Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Ujian Pendadaran



Alhamdullilah, yes! Sudah selesai ujian pendadaran ke 2. Eh? Kok ke dua, yang pertama kapan ?

Astaga, cepat sekali berlalu! dan belum sempat ditulis :( 
Wosh! Waktu sangat melenakan. Seperti yang dibilang Sapardi Joko Darmono – Yang Fana adalah Waktu. 

Maafkan saya ya blog, lama tidak memberi asupan nutrisi tulisan. Sudah mulai fokus, sudah mulai harus menentukan arah hidup.*tsah :p

Jadi, ceritanya di rapel saja ya. Ujian pendadaran 1 dan 2. Hehe
Kemarin (6 bulan yang lalu, bulan Mei) saya dan teman seangkatan sudah ujian kompre, kalau di tempat saya namanya pendadaran. Istilahnya kayak UNAS nya anak Ekonomi Pembangunan. Mata kuliah wajib, dan pilihan yang diajarkan sejak semester satu hingga enam diujikan. Saya nyebutnya Pe(MODAR)an. Gimana enggak, materinya jelas sudah lupa toh. Apalagi belajarnya sendiri, bahkan saya yang punya catatan lengkap aja heran kalau dulu pernah nulis nulis materi kuliah begitu. x_x

Hari ujian datang, saya dan teman- teman sudah belajar, sudah berusaha (contekan) semaksimal mungkin waktu ujian, dan menunggu hasil ujian. Ternyata, setelah hasil ujian keluar, hanya 9 orang saja yang lolos dari 300 mahasiswa. 3 orang dari Pendidikan, 3 dari Program keuangan, dan 3 dari program perencanaan pembangunan.

Jadilah, hari ini kami mengikuti ujian pendadaran yang kedua.

Sejujurnya, saya blas gak belajar, saya lagi pusing sama proposal skripsi. Hehe.. Ditunda terus seminarnya, karena kemarin sempat (ketlisut) keselip draft revisi saya saat di bawa dosen. Jadinya mundur- mundur terus. Gapapa! harus tetep faigkting!

Jadi lah saya gak belajar apa- apa mengenai ujian, hanya mengais- ngais ingatan tentang mata kuliah 6 semester yang lalu. Nilai lulus adalah 100, 99 gak lulus dong ya. Maka dari itu, saya belajar dari yang kemarin. Hari ini gak mau terlalu ngoyo mengerjakan ujian. Target saya hanya benar 25 soal saja, karena perhitungan skor nilai sama seperti SBMPTN, yaitu Benar = 4, salah = -1, dan tidak di jawab = 0.
Jadi, kalau saya benar 25x4 = 100 sudah lulus. Walhasil, hari ini judulnya cari aman saja, hanya mengerjakan yang diyakini jawabannya benar. Soal yang diberikan 100 butir, saya cuma ngerjakan kurang dari 40. Ada beberapa soal bahasa inggris, tau artinya, tapi bingung teorinya. Sama aja bohong. FYI sih, ilmu Ekonomi gak bisa di nalar. Semuanya berdasarkan buku. Teori- teori gak mungkin dikarang, jadilah pertanyaan mengenai teori menurut siapakah ini ???? tidak satupun saya jawab. Sampun supe sedaya :(. - udah lupa semuah.

Apalagi, posisinya yang gak enak hari ini. Mengerjakan ujian tanpa meja, karena ruangannya di aula. Cuma di kasih kursi kayak orang mantenan gitu. Sebenarnya sudah diminta untuk membawa alas ujian, tapi saya lupa *dudull sih emang*, etapi untungnya saya bawa sketchbook jadinya bisa buat alas ujian, meskipun maksa. Haha. Waktu pengerjaan 90 menit.

Etapi, ujian hari ini saya mengerjakan sendiri, tanpa contekan. Bukan mau sombong, tapi cuma pengen mengukur diri saja. Sejauh mana ingatan saya akan matakuliah yang sudah pernah diajarkan. 

Sepulang dari ujian, sempat duduk dengan beberapa teman. Seperti biasa, obrolan akan keluhan ujian muncul. Kalau saya prinsipnya ujian adalah  datang- kerjakan- lupakan. Jadi, setelah ujian tidak pernah membahas- bahas lagi. *kecuali di blog ini* hehe

Salah satu teman bertanya pada saya,

Temen : "ngerjakno piro kon mau sil ?" - (ngerjain berapa kamu tadi, sil?).

Saya : "kurang dari 40. Sing tak yakini bener tok.. hehe"

Temen : "aku meh 80an sing tak garap, enek sing ngawur". - (hampir 80 soal yang aku kerjakan, ada yang ngawur).

Saya : "iyo rapopo, tapi nek salah mines siji kan, aku target bener selawe, ping papat wis satus, lulus. mugo- mugo ae. hehe" - (iya ngga apa- apa, tapi kalau salah - 1 kan, aku target benar 25 dikali 4 sudah 100, lulus. Semoga saja. Hehe(.

Temen : "awakmu ki, target kok mepet, target kuwi sing akeh pisan". - (dirimu ini, target kok mepet banget, target itu yang banyak sekalian).

Saya : "iyo, prioritas masing- masing menungso bedo- bedo. Hehe" - (iya, prioritas masing- masing manusia berbeda. Hehe).

 Kemudian saya diajak pulang oleh teman yang lain. Pamitan.

Jadi, semoga lulus deh pendadaran ke dua ini. Kalau masih belum lulus juga, ujian lagi Desember nanti. :D

Cao!





Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame