Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Oke, sebetulnya pengalaman mengurus balik nama sudah cukup lama ya, sekitar sebelum bulan ramadan. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Saya ingat banget ini kejadiannya bulan April 2020. Lalu, helo baru ditulis sekarang tuh kemana aja? Ngapain aja? Haha. Maafkan akuuuh. Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kep…

Vitamin Sea itu bernama Payangan

Main sebentar kemana enaknya ?

Baluran lagi cantik- cantiknya nih, menjelang Agustus musim kawin hewan- hewan, jadi pada keluar sarang semua.

Oke, Baluran ya!


-------

Baluran adalah Taman Nasional, orang bilang Africanya Indonesia. Lokasinya ada di Banyuwangi, tapi lebih dekat jika ditempuh melalui Situbondo. Bulan Maret- Agustus adalah bulan bagus untuk mengunjungi Baluran. Musim kering, sehingga hewan- hewan banyak keluar sarang untuk minum, karena cadangan air di sarang kurang, sehingga petugas Baluran membuat sumur- sumur kecil di luar sarang atau di luar hutan. So, kalau ke Baluran, bisa lihat hewan- hewan seperti rusa, kijang, daaan bahkan merak!

Obsesi saya ke Baluran adalah dikejar merak yang lagi emosi :v

Tapi, rencana tak terlaksana, akhirnya eksekusi main sebentar ini beralih ke Jember!

Kami menuju Jember via Pronojiwo, bersama travelmate dengan berbonceng ria. Berangkat pukul 06.00 WIB dan sampai di Jember pukul 10.00. Serasa kembali ke 1 tahun yang lalu, saat saya dan Ilham ke Jember untuk pergi ke Pantai Papuma. Tapi kali ini tanpa kesasar. :D

Sebelumnya, kami menghangatkan badan masing- masing dengan sepiring rawon dan segelas teh hangat di sebuah warung makan daerah Kepanjen. Lanjut perjalanan tau- tau sudah sampai di Ambulu Jember.

Istirahat sejenak sambil melonggarkan otot- otot yang kaku, kami merencanakan apakah pergi ke kota atau langsung ke pantai yang sedang hits di kalangan instagramer Jember. Ternyata jarak ke pantai lebih dekat daripada ke kota, maka kami sepakat untuk pergi ke pantai terlebih dahulu.

Jember memiliki 3 lokasi pantai dalam satu garis, yaitu Papuma, Payangan, dan Watu Ulo. Nah, Pantai Payangan ini yang akan kami datangi. Melewati Papuma lagi- lagi seperti nostalgia, tahun lalu saya dan Ilham mendapat sunset terbaik dan mengekor seseorang untuk kembali ke kota karena kami tak tau arah jalan pulang. Tapi, kali ini kami tak akan kesasar lagi, karena kami sudah lumayan ahli :D. 



*Foto lama "Jinggaaaaaa- sunset di Pantai Papuma"

Papuma terlewati berarti Pantai Payangan sudah dekat. Yay!

Pantai Payangan ini meskipun sudah hits di kalangan anak Jember dan sekitarnya, tapi ternyata belum sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah. Buktinya saja belum banyak petunjuk arah menuju Payangan. 



Memasuki Pantai Payangan, kami hanya diminta untuk membayar parkir sebesar 5K, dan tiket menuju bukit sebesar 2K perorang. Totally cheap, right?! 



 Ini sebenarnya ada di atas bukit loh, cuma kok nampak pendek yak.



Pantai payangan ini pasirnya bukan pasir putih tapi hitam dan dikelilingi dengan beberapa bukit yang rumputnya berwarna coklat karena sedang musim kemarau.




Jadi, saat naik ke bukit kita akan mendapat dua view di satu tempat. Pantai dan bukit. 


note : Pakai baju rapat ya, anginya kencang. :'D


Kalau mau tau lebih banyak soal Payangan, google it!

Biar jadi post yang panjang perjalanan saya ke Jember di bagi menjadi beberapa post ya! 

*kredit foto semua milik pribadi Ilham Sumarga



Komentar

  1. kirain baluran balsem Sil hehehe. Mungkin bukitnya masih anak-anak ya. Nah ya silvi main sama siapa hayoooo

    BalasHapus
  2. Pantainya indah sekali yaaa... apalagi klo ke pantainya bareng...... *ilang sinyal

    BalasHapus
  3. cakep banget pantainya..indah sekali...

    BalasHapus
  4. Wah aku wis tau ning Watu Ulo kui. Pasire iiiireng.. Ombake medeni. Nek ndik Payangan urung tau. Tapi aku ga begitu ngefens karo pantai sih.. Lebih seneng ke gunung. Karena kalau maslaah samudera, hatiku sudah seluas samudra HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
  5. Agak gersang ya mbak? Apa karena kemarau yah? Tapi jadi mirip suasana di NTT sana. Pantainya bagus. Tanahnya kering, hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame