Ramadan Extra Faedah Makin Produktif bareng Smarftren

Gambar
Marhaban Yaa Ramadan, syukur alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan suci ini. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi berkah dan bermanfaat ya, baik untuk diri kita sendiri juga untuk orang lain. Ohya, harus tetap semangat beraktivitas nih meski lagi menjalankan puasa. Temen-temen sudah punya jadwal apa saja nih selama bulan puasa? Buka bersama? Sahur on the road? atau yang lainnya?. Sepertinya beberapa kegiatan umum yang biasa kita lakukan saat bulan ramadan sebelumnya, masih harus kita tahan ya di tahun 2021 ini karena pandemi masih belum juga berakhir. Sedih sih, tapi lebih baik memang saling menjaga diri ya. Tapi tenang aja, ada banyak alternatif kegiatan yang bisa kita lakukan selama ramadan, lho. Apalagi kalau malam atau setelah sahur dan subuh gitu, jujur lebih enak kalau mau melakukan aktivitas meskipun secara online. Nah, karena di bulan ramadan jadi punya cukup banyak waktu di luar kegiatan bekerja, saya jadi punya kesempatan untuk belajar-belajar lagi. Belajar?

Vitamin Sea itu bernama Payangan

Main sebentar kemana enaknya ?

Baluran lagi cantik- cantiknya nih, menjelang Agustus musim kawin hewan- hewan, jadi pada keluar sarang semua.

Oke, Baluran ya!


-------

Baluran adalah Taman Nasional, orang bilang Africanya Indonesia. Lokasinya ada di Banyuwangi, tapi lebih dekat jika ditempuh melalui Situbondo. Bulan Maret- Agustus adalah bulan bagus untuk mengunjungi Baluran. Musim kering, sehingga hewan- hewan banyak keluar sarang untuk minum, karena cadangan air di sarang kurang, sehingga petugas Baluran membuat sumur- sumur kecil di luar sarang atau di luar hutan. So, kalau ke Baluran, bisa lihat hewan- hewan seperti rusa, kijang, daaan bahkan merak!

Obsesi saya ke Baluran adalah dikejar merak yang lagi emosi :v

Tapi, rencana tak terlaksana, akhirnya eksekusi main sebentar ini beralih ke Jember!

Kami menuju Jember via Pronojiwo, bersama travelmate dengan berbonceng ria. Berangkat pukul 06.00 WIB dan sampai di Jember pukul 10.00. Serasa kembali ke 1 tahun yang lalu, saat saya dan Ilham ke Jember untuk pergi ke Pantai Papuma. Tapi kali ini tanpa kesasar. :D

Sebelumnya, kami menghangatkan badan masing- masing dengan sepiring rawon dan segelas teh hangat di sebuah warung makan daerah Kepanjen. Lanjut perjalanan tau- tau sudah sampai di Ambulu Jember.

Istirahat sejenak sambil melonggarkan otot- otot yang kaku, kami merencanakan apakah pergi ke kota atau langsung ke pantai yang sedang hits di kalangan instagramer Jember. Ternyata jarak ke pantai lebih dekat daripada ke kota, maka kami sepakat untuk pergi ke pantai terlebih dahulu.

Jember memiliki 3 lokasi pantai dalam satu garis, yaitu Papuma, Payangan, dan Watu Ulo. Nah, Pantai Payangan ini yang akan kami datangi. Melewati Papuma lagi- lagi seperti nostalgia, tahun lalu saya dan Ilham mendapat sunset terbaik dan mengekor seseorang untuk kembali ke kota karena kami tak tau arah jalan pulang. Tapi, kali ini kami tak akan kesasar lagi, karena kami sudah lumayan ahli :D. 



*Foto lama "Jinggaaaaaa- sunset di Pantai Papuma"

Papuma terlewati berarti Pantai Payangan sudah dekat. Yay!

Pantai Payangan ini meskipun sudah hits di kalangan anak Jember dan sekitarnya, tapi ternyata belum sepenuhnya dikelola oleh pemerintah daerah. Buktinya saja belum banyak petunjuk arah menuju Payangan. 



Memasuki Pantai Payangan, kami hanya diminta untuk membayar parkir sebesar 5K, dan tiket menuju bukit sebesar 2K perorang. Totally cheap, right?! 



 Ini sebenarnya ada di atas bukit loh, cuma kok nampak pendek yak.



Pantai payangan ini pasirnya bukan pasir putih tapi hitam dan dikelilingi dengan beberapa bukit yang rumputnya berwarna coklat karena sedang musim kemarau.




Jadi, saat naik ke bukit kita akan mendapat dua view di satu tempat. Pantai dan bukit. 


note : Pakai baju rapat ya, anginya kencang. :'D


Kalau mau tau lebih banyak soal Payangan, google it!

Biar jadi post yang panjang perjalanan saya ke Jember di bagi menjadi beberapa post ya! 

*kredit foto semua milik pribadi Ilham Sumarga



Komentar

  1. kirain baluran balsem Sil hehehe. Mungkin bukitnya masih anak-anak ya. Nah ya silvi main sama siapa hayoooo

    BalasHapus
  2. Pantainya indah sekali yaaa... apalagi klo ke pantainya bareng...... *ilang sinyal

    BalasHapus
  3. cakep banget pantainya..indah sekali...

    BalasHapus
  4. Wah aku wis tau ning Watu Ulo kui. Pasire iiiireng.. Ombake medeni. Nek ndik Payangan urung tau. Tapi aku ga begitu ngefens karo pantai sih.. Lebih seneng ke gunung. Karena kalau maslaah samudera, hatiku sudah seluas samudra HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
  5. Agak gersang ya mbak? Apa karena kemarau yah? Tapi jadi mirip suasana di NTT sana. Pantainya bagus. Tanahnya kering, hehehe.

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame