Kamis, Desember 22, 2016

Ngeblog Makin PD dengan Blog Top Level Domain

  9 comments    
categories: 
(sumber : competition[dot]dotcomforme[dot]com)

Saya percaya menulis adalah salah satu cara untuk healing proses dan ajang untuk mengasah kemampuan diri. Apalagi sejak masih TK saya memang suka menulis diary di buku tulis, kalau dimarahi ibu saya akan menulis, ada kejadian main ke kebun sama teman saya tulis dan masih banyak hal-hal masa kecil saya yang terekam di buku tulis yang entah dimana sekarang keberadaanya. Jadi memang sejak kecil saya sudah suka menulis dan mengarang.

Makanya waktu pertama kali dikenalkan dengan dunia blogging saat menginjak kelas sepuluh SMA oleh guru IT, Pak Hermanuddin Nugrahadi (alm), saya seneng banget. Sebagai anak SMA yang stresnya paling mentok cuma masalah sekolah dan cinta monyet, ngeblog adalah cara yang tepat untuk menyeimbangkan mood supaya tetap baik. Dulu sekali saya ngeblog cuma ala-ala aja, curhat ini itu soal kehidupan sehari-hari, soal sekolah dan soal kegiatan-kegiatan saya bersama teman.

Saya suka menulis memang karena senang menyimpan momen yang saya alami, harapan saya sih supaya bisa dibaca lagi suatu saat nanti. Sama halnya seperti saat menemukan tulisan tangan saya sendiri di masa sekolah, rasanya menyenangkan bisa bernostalgia. Selain menyimpan momen saya menganggap tulisan-tulisan saya ini- ya meskipun gak penting-penting amat sih- adalah karya yang harus saya simpan dan menjadi portofolio.

Nah begitu kenal dengan blog saya makin senang karena ternyata saya bisa menemukan banyak teman di tempat lain selain Kediri. Seperti Miftahur Roziqin di Kertosono dan Aulia di Pariaman. Jadi dengan blog saya bisa punya teman yang ada ditempat jauh hanya dengan media menulis di blog.

Ohya, di sekolah saya pada saat itu memang semua siswa diwajibkan untuk memiliki blog guna menunjang pelajaran TIK, karena semua tugas yang diberikan harus diposting di blog supaya mudah dalam penilaian. Apalagi sekolah saya merupakan SMA basis IT pertama di Kediri, pada tahun 2008 sekolah kami sudah menggunakan e-learning. Makanya gak salah kalau misal sekolah kami ditetapkan sebagai sekolah rujukan.

Untuk urusan ngeblog ternyata tidak banyak teman-teman yang survive sampai sekarang, rata-rata berhenti ketika lulus SMA. Saya sempat begitu juga, hiatus  beberapa bulan menjelang penerimaan mahasiswa baru di tahun 2011. Tapi beruntunglah saya mengenal komunitas blogger Ngalam dan mengikuti event blogger pertama kali pada tahun 2012 yaitu Blogilicious Madura. Disitu adalah titik balik dimana saya mulai memantapkan diri untuk serius dalam menggeluti dunia blogging, meskipun saat itu blog saya masih ada embel-embelnya.

Sampai pada akhirnya saya mendapat tawaran dari salah satu agency untuk menulis salah satu produk ternama di Indonesia. Agak kaget sih karena memang itu adalah pengalaman pertama tulisan di blog saya dihargai dalam benuk materi. Nominalnya lumayan besar pula untuk ukuran mahasiswa, lebih dari uang saku bulanan yang diberi orang tua. Wow, sungguh girangnya minta ampun.

Lambat laun salah seorang teman kampus bilang pada saya untuk upgrade blog supaya paling tidak lebih terlihat professional.  Waktu itu saya masih ragu karena merasa menulis diblog hanyalah sebagai tempat untuk senang-senang belaka. Eh lama-lama saya merasa tertarik beli domain dan bikin nama blog supaya lebih simpel. Setelah cari tahu mengenai detail dan biaya (tetep deh soalnya masih mahasiswa), ternyata  gak mahal dan malah murah banget karena hitungannya bayar per tahun.

Saat memilih domain agak bingung juga sih waktu itu, mau pilih Dotcom atau Dotnet. Pokoknya saya maunya perfect, gak ribet, ukuran besar dan gak lemot kalau diakses sama pembaca. Akhirnya saya memutuskan untuk pakai DotcomForMe saja supaya mudah pengucapannya. Maksudnya begini, kalau ngomong Dotcom kan posisi bibir masih monyong Dot Com. Sedangkan kalau Dotnet setelah bibir monyong bilang dot harus menarik bibir untuk bilang net. Aneh tapi memang begitulah alasannya.

Tahun 2013 saya memutuskan untuk membuat blog saya menjadi TLD dengan nama www.silvianapple.com, setelah 2 tahun berjalan saya merasa perlu untuk branding diri saya dengan nama asli. Hingga akhirnya pada tahun 2015 awal saya mengganti nama menjadi www.silviananoerita.com.

Ternyata banyak hal baru yang saya alami setelah memutuskan untuk mengganti domain menjadi TLD, apalagi di era dunia perblogging-an seperti sekarang ini. Rasanya mayoritas blogger berlomba-lomba untuk upgrade dirinya melalui blog. Buat kamu yang pengen punya blog dengan Top Level Domain tapi masih ragu, coba baca pengalaman saya ini. Sebenernya dengan pakai Dotcom ada rasa bangga sama diri sendiri, contoh kecilnya kalau ada teman yang menghubungi untuk menanyakan suatu hal dan bilang “Sil, aku baca blog kamu, jadi travel yang itu gak worth it ya?”, atau “silviananoerita.com itu punyamu ya Sil? Kemarin aku baca soal tulisan dinas itu, pas nyari info eh ketemu blog kamu". Wuih hati rasanya meletup-letup, meskipun receh sih tapi bahagia.

Selain itu ternyata dengan pakai domain berbayar blog kita jadi lebih mudah terindeks sama mesin pencari, apalagi kalau niche dan ide postingnya masih belum banyak diulas. Mesin pencari pasti lebih senang, tuh. Ohya, saya juga merasakan banyak manfaat ngeblog di materil, ternyata rejeki bisa datang tanpa di duga! Saya percaya ketika kita banyak memberi, maka banyak juga yang kita terima. Kalau boleh pinjam kalimat Pungky Prayitno, menulis itu seperti tabungan rejeki. Kita gak pernah tahu dia datangnya kapan, dari mana, dan dari siapa.

Eh ada lagi pengalaman menyenangkan banget, ngeblog adalah media saya untuk belajar lebih banyak tentang dunia penulisan dan sempat membawa saya menjadi kontributor menulis pariwisata disalah satu website booking online. Dari ngeblog pun saya juga bisa masuk jadi kru majalah fakultas zaman kuliah.

Maka dari semua pengalaman menyenangkan ini saya memilih #DotComForBlogging untuk upgrade diri menjadi lebih baik dalam dunia penulisan dan belajar banyak dari teman-teman blogger.




Rabu, Desember 21, 2016

Favehotel Rungkut Surabaya : Tempat Nyaman untuk Staycation

  3 comments    
categories: 
Setelah sekian lama tidak naik motor jarak jauh. Hari ini saya membuktikan pada diri sendiri kalau saya masih mampu berkendara 3 jam tanpa istirahat dari Kediri- Surabaya. *3 hours driving and still going strong. 

Kali ini tujuan saya berkunjung ke Surabaya adalah ke daerah Rungkut, pertama kalinya saya mendatangi wilayah ini. Bingung banget dah. Jadinya sempat nyasar beberapa kali karena kebablas. Tapi beruntung akhirnya saya dibantu dengan teknologi GPS dan sampailah di lokasi tujuan.

Sebetulnya tempat tujuan saya ini gak susah dicari, soalnya ada di lokasi strategis yang dekat dengan area vital Surabaya, seperti Bandara Juanda. Favehotel merupakan jaringan hotel member dari Archipelago International (Aston) dan hanya ada 3 di Surabaya yaitu favehotels Graha Agung, MEX, dan juga Rungkut.

Lorong di Favehotels
Hotel yang identik dengan warna magenta ini merupakan hotel budget yang punya fasilitas bintang 4. Jadi hotelnya berkualitas dan harganya pun terjangkau, cocok lah buat saya yg bukan orang Surabaya dan sering pergi ke Surabaya untuk menginap satu atau dua malam. Fave sendiri merupakan bangunan dengan 16 lantai dengan jumlah 173 kamar yang terdiri dari jenis kamar suite dan standar.
standard room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
suite room (sumber foto : favehotels[dot]files[dot]com))
Standard room luasnya 18sqm dilengkapi dengan 32" TV LED dengan saluran internasional dan saluran lokal, AC, Kotak brangkas, standing shower, dan tentunya wifi di seluruh area hotel. Sedangkan untuk suite room luasnya 27 sqm, fasilitasnya hampir sama dengan standard room hanya saja ada tambahan bathup dan hair dryer.

Selain menyediakan kamar, Fave hotel juga memiliki beberapa fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh customer , seperti meeting room, kolam renang, restoran dan area parkir yang luas. Meeting room di hotel ini ada di dua lantai dengan 10 ruangan, U1 dan U2 U1 disebut Bromo dan U2 Semeru. Apa bedanya ruang meeting Bromo dan Semeru? hmm sebetulnya tidak ada bedanya karena untuk ukuran sama saja.

Ohya enaknya di Fave ini kita dapat menggunakan kolam renang meskipun tidak menginap di sini, karena memang dibuka untuk umum. Harganya juga terjangkau untuk ukuran kota besar seperti Surabaya. Cukup dengan harga Rp 75.000 untuk dewasa dan Rp 50.000 untuk anak-anak. Biaya tersebut sudah include dengan meals, nasi goreng atau mie goreng dan untuk minumannya kita bisa pilih es teh atau lemon tea.
pool fun (sumber foto : pribadi)
Lime Restaurant
Sedangkan untuk restorannya favehotel punya Lime Restaurant yang didominasi dengan warna hijau dengan hiasan dinding WPAP gambar artis yang dibingkai rapi di seluruh ruangan, seperti Jhon Lenon, Marley, Zayn, dan masih banyak lainnya. Selain itu di Lime ini juga ada tanaman hidroponik disetiap meja sehingga menambah segar suasana. Gak salah kalau fave punya jargon fun, fresh, and friendly karena memang itulah yang saya rasakan saat berada di favehotels.

Ohya, kalau menginap di favehotel Rungkut ini kamu harus banget makan Bebek Begal di Lime Resto, ya!. Begal ini kependekan dari bebek goyang lidah diberi nama demikian karena bebeknya dipastikan beda sama bebek yang lainnya karena bahannya yang alami dan dimasak dengan rempah, bebeknya sendiri juga merupakan bebek organik. Jadi lebih sehat kalau kita konsumsi, selain itu cara memasaknyapun juga di steam. Kemarin saya sempat mencoba bebek begal dan ya meskipun organik tapi rasanya gak kalah enak kok.
Bebek Begal
Umm. Jadi sekarang saya sudah gak bingung lagi deh kalau datang ke Surabaya, gak perlu pergi pulang dalam satu hari karena sudah punya pilihan tepat untuk stay cation. 

Favehotel Rungkut
Jalan Raya Kali Rungkut No. 23-25, Surabaya
t : 031 8790222/ 8796111
w : https://www.favehotels.com/
Ig : @favehotelrungkut
twitter : @faverungkut





Jumat, Desember 09, 2016

Membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian Kurang dari 2 Jam

  6 comments    
categories: 
Menyesuaikan diri dengan keadaan "kemarin ngantor, sekarang ngga ngantor" sebetulnya agak sulit buat saya. Terbiasa bekerja lalu mengubah kebiasaan menjadi bangun siang-siang, nyantai di rumah ternyata bikin saya menjadi agak kurang waras. Itulah karenanya pagi ini saya kembali menyibukkan diri dengan mengurus keperluan guna melamar pekerjaan, salah satunya dengan membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian.

Ini bukan pertama kalinya sih saya punya pengalaman membuat SKCK, tapi baru sekarang ini punya kesempatan dan tergerak hati untuk menulis di blog. Prosesnya semakin cepat dan mudah. Asal tahu step by step dan persyaratannya.

Pondasi membuat SKCK terletak di surat keterangan RT, jadi pagi ini saya datang ke ketua RT setempat untuk meminta SK pengantar. Pagi-pagi pak RT saya repotin karena kemarin sehari semalam hujan turun tak reda-reda. Apa saja yang diperlukan untuk meminta surat pengantar? Cukup bawa KTP saja. Waktu pembuatanya pun kurang dari 10 menit.

Setelah surat siap saya pergi menuju kantor desa, syarat yang dibutuhkan adalah foto copy ijazah terakhir 1 lembar, foto berwarna ukuran 4x 6 sebanyak 4 lembar, dan foto copy KK 1 lembar. Tidak perlu menunggu lama, setelah petugas desa memasukkan data dan print out surat keterangan saya tinggal menunggu pak Kades membubuhkan tanda tangan dan stempel guna pengesahan. Waktunya pun relatif singkat, kurang dari 15 menit SK Desa saya sudah siap.

Selanjutnya saya pergi menuju ke Kantor Kecamatan, perjalanan dari Kantor Desa ke kecamatan sekitar 20 menit. Saya hanya membawa surat keterangan dari desa untuk di tanda tangani oleh pak Camat. Agak sedikit lama menunggu sekitar 30 menit karena beliau sedang penyuluhan penghijauan. 

Step terakhir saya pergi menuju ke kantor Polres untuk print out SKCK. Cukup dengan menyerahkan surat keterangan yang ditanda tangani oleh kades dan camat, saya diberi formulir untuk diisi data diri. Formatnya standar, nama, alamat, tanggal lahir, kewarganegaraan, nomor KTP, nomor Paspor, Kitas, data keluarga, dan pertanyaan mengenai tindakan pidana yang kita lakukan. Simpel tapi lumayan banyak. Setelah selesai saya menyerahkan formulir tersebut ke petugas dan tidak lama kemudian SKCK saya selesai. Eh tapi sebelumnya saya diminta untuk cross check data saya terlebih dahulu, sudah fix atau belum. Setelah sudah saya menerima print out di kertas berwarna kuning berlogo kepolisian. Dan SKCK saya selesai kurang dari 2 jam. 

Semoga bermanfaat.

Kamis, Desember 08, 2016

Meriahnya Festival Banyuurip 2016 di Kecamatan Gayam, Bojonegoro

  2 comments    
categories: 
Festival Banyuurip merupakan acara tahunan yang digelar oleh pemerintah setempat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam festival ini, ditampilkan beragam kreatifitas warga seperti Seni Budaya, Ekonomi, Pertanian, Kesehatan dan yang lainnya. Acara ini ditunjang dengan adanya beragam potensi yang tersebar di 12 Desa di Kecamatan Gayam dan potensi-potensi ini masih perlu untuk dikembangkan. Tidak hanya minyaknya saja, tetapi juga masyarakat yang beretika, bersemangat, dan produktif. 

Kegiatan Festival Banyuurip pertama kali digelar pada tahun 2015, sedangkan untuk tahun 2016 festival ini telah dilaksanakan pada tanggal 26-27 November di Lapangan Bola Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatannya pun beragam, seperti bulan bakti karang taruna, wisata migas blok Cepu, tour de Gayam, Pameran Expo Produk UMKM 12 Desa Se-Kecamatan Gayam, Festival Band Pemuda Kecamatan Gayam dan ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit Ki Anom Suroto dengan lakon Wahyu Katentreman.

Festival ini resmi dibuka pada hari Sabtu (26/11/2016) dan digelar dalam rangka Hari Jadi Kecamatan Gayam ke 4 sekaligus Hari Jadi Bojonegoro ke 339 yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Kecamatan Gayam dan Jaringan Informasi Masyarakat (JIM) Bojonegoro dengan dukungan penuh dari operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Berikut ini gambaran kemeriahan Festival banyuurip 2016, yuk lihat foto kegiatannya di bawah ini !

Foto bersama Perwakilan Karang Taruna Se-Bojonegoro usai Wisata Migas Tour De Banyuurip

Serunya kegiatan Tour De Gayam 2016 bareng JIM Bojonegoro, Karang Taruna dan EMCL
Festival Band Karang Taruna Se-Kecamatan Gayam di FBU 2016

Stand Pamaren Produk UMKM Se-Kecamatan Gayam Meriahkan FBU 2016
Hiburan Pagelaran Wayang Kulit Ki Anom Suroto

Semoga kegiatan Festival Banyuurip bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan semakin meriah.

JIM


Rabu, Desember 07, 2016

Belanja Hemat Saat Harbolnas Dengan Voucher dan Cashback Dari ShopBack

  No comments    
categories: 
“Eh Sil, pengen lah aku beli blouse dan rok panjang. Cuma enaknya cari model yang kayak mana ya?”- Putri.

“Kamu udah cek online belum? Tengok-tengok aja dulu, kali aja cocok kan”.

“Iya juga ya, pinjamlah hpmu”.

Nah, siapa yang kebiasaanya kayak saya ? Selalu merekomendasikan untuk cek online sebelum membeli sesuatu. Iya, saya memang anak sosmed banget. Kalau ngomong soal belanja sih kaum hawa pasti juaranya, juara cepet dan excitednya. Eh jangan anggap kami para kaum hawa shopaholic ya, semua ini just stimulate economics, loh. Tanpa kaum hawa yang hobi belanja, perekonomian dunia tak akan berjalanan sesuai kodratnya. HAHAHA.

Apalagi di zaman yang serba klik klik klik sekarang ini, proses belanja semakin mudah dan kita sebagai konsumen dimanjakan dengan sistem. Makanya kebiasaan saya sejak boomingnya belanja online, kalau mau beli sesuatu selalu ngeceknya di e-commerce dulu baru minta pertimbangan ke teman terdekat. Banyak teman yang heran dengan kebiasaan saya ini, katanya saya terlalu mudah percaya sama yang online-online padahal kalau belanja online keluar duitnya lebih banyak karena harus bayar ini itu. Saya sih ketawa aja, kayaknya temen saya yang satu ini belum kenal sama ShopBack. Kalau udah kenal, yakin deh dia yang bakalan getol belanja-belanja.

Jadi, apa sih ShopBack?
ShopBack memang bukan e-commerce tapi sebuah situs yang menyediakan potongan harga berupa cashback sehingga kita yang melakukan transaksi di toko online yang bermitra dengan ShopBack bisa dapat harga lebih hemat dan tentunya menguntungkan. Nah hebatnya lagi potongan berupa cashback tersebut dapat kita cairkan lagi dalam bentuk uang tunai atau pulsa.


Gimana sih cara kerja ShopBack?

Cara kerja ShopBack juga sangat mudah kok, kamu cukup pilih e-commerce favorit kamu misalnya Bhinneka, lalu belanja aja kayak biasanya. Pilih barang favorit lalu lakukan pembayaran. Nanti dalam waktu 48 jam cashback akan otomatis masuk di akun ShopBack kamu, nah kamu bisa melakukan klaim pembayaran cashback jika sudah terkumpul minimal Rp. 50.000. Nyenengin banget kan. Makanya jangan lupa buat akunnya ya.

Jadi kenapa sih sebaiknya kita belanja di e-commerce favorit harus Lewat ShopBack dulu?

Soalnya nih menurut pengalaman ya itu tadi bisa lebih hemat dan menguntungkan dibanding langsung belanja di e-commercenya, karena kalau lewat ShopBack bisa dapat tambahan uang cashback hingga 30%. Selain itu kita juga bisa menggabungkan promo, diskon, voucher, dan kode kupon dari e-commerce, jadi jatuhnya udah pasti murah banget kan!. ShopBack juga nggak membatasi kita untuk belanja barang aja, lho. Kita bisa beli pulsa, tiket pesawat, tiket kereta, tiket nonton bioskop, pesan hotel, pesan UBER, voucher makan, pesan antar makanan, dan masih banyak lagi!.

Kita sebagai konsumen juga semakin dipermudah dengan adanya aplikasi ShopBack di Android dan IOS. Apalagi kabarnya pengguna aplikasi mobile ini juga bisa dapat promo ekslusif, loh. Jadi bisa dimana dan kapan aja mengakses aplikasi ShopBack. Misalnya lagi kumpul-kumpul sama temen, terus ada ide buat ngasih kado pernikahan. Nah tinggal buka aplikasi ShopBack di HP dan belanja, semua jadi beres.

Ada kabar gembira juga nih buat aku dan kamu, sekarang ini ShopBack punya program namanya "Hadiah Me & You". Jadi kita bisa ajak teman pakai link referral kita untuk belanja via ShopBack. Nah kita nanti bisa dapat Rp 25.000 setiap mengajak 1 teman untuk menggunakan ShopBack, gak cuma kita aja yang dapat tapi temen yang kita ajak juga dapat nominal yang sama yaitu sebesar Rp 25.000. Jadi untung semua kan. Caranya mudah banget kok, setelah kita mendaftar di ShopBack kita akan dapat link referral.

Oh mungkin kamu masih takut ya belanja online di sini, tenang aja ShopBack ini sudah menjadi situs Cashback No. 1 di Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, India, dan Taiwan. Selain itu ShopBack kan juga bermitra dengan situs e-commerce ternama, jadi gak perlu ragu lagi untuk belanja online via ShopBack. Udah paling bener deh pokoknya kalau belanja via ShopBack.

Jangan lewatkan juga Harbolnas 12.12 yang akan hadir pada tanggal 12 Desember di ShopBack. Ada lebih dari 100 E-commerce yang telah bergabung dengan ShopBack akan memberikan promo, diskon, voucher, kode kupon, dan cashback lebih besar dari biasanya.

Jadi belanja cermat dan hemat? ShopBack-in Aja!


Sabtu, Desember 03, 2016

FamsTrip #MenduniakanMadura : Menyusuri Jejak BPWS di Bangkalan dan Sampang

  67 comments    
categories: 


Hidup ini rasanya gak ada istirahatnya, baru selesai di satu tempat sudah harus beranjak pergi ke tempat lain. Mumpung masih muda, jajaki semua peristiwa. Biar tau kalau bertemu dengan orang baru itu seru dan bikin bahagia. Perjalanan untuk #MenduniakanMadura kali ini saya mulai dengan berangkat dari Malang pukul 06.00, janjian dengan mas Ndop untuk tiba di Terminal Bungurasih kurang dari jam 09.00. Gak taunya saya malah telat banget sampai jam 9 lebih dikit. Sepanjang perjalanan saya tidur setelah menenggak 2 pil anti mabuk perjalanan. Maklum sudah hampir 2 tahun tidak pernah naik kendaraan umum lintas daerah, buat jaga-jaga aja. Selama perjalanan Berri Anam selaku panitia terus memonitor posisi saya, karena Kontingen Bungurasih hanya tinggal menunggu kedatangan saya.
 
Setelah harap-harap cemas, akhirnya sampai juga di sekitar terminal Bungurasih. Kontingen ini dijemput dengan menggunakan mobil Avanza warna hitam, di dalamnya sudah ada Pak Latief sebagai sopir, Berri Anam, Mas Ndop dari Nganjuk, Kang Pardi Ponorogo, Mas Whiz Rembang, dan Mas Halim Solo. Karena saya datang paling lambat maka untuk permintaan maaf, saya menyogok mereka dengan membagikan roka-roka asli Johor (ASLI YA). Ohya, Kontingen Bungurasih itu adalah nama yang kami buat untuk peserta yang melakukan perjalanan menuju Surabaya dengan menggunakan bus dan dijemput di terminal. Keren yak namanya. Hehe

Setelah semua personel lengkap, pak Latief membawa kami menuju kantor BPWS. Buat yang belum tahu BPWS adalah singkatan dari Badan Pengembangan Wilayah Surabaya- Madura. Letak kantor BPWS ada di sekitar kaki jembatan Suramadu sisi Surabaya, ada di kanan jalan kalau kamu mau menuju Madura. Setelah sampai di kantor BPWS kami yang baru datang langsung diarahkan untuk sarapan, menunya nase’ serpang yang punya berbagai macam lauk dan merupakan salah satu kuliner khas Madura. Namun sebelumnya, saya dan Kontingen Bungurasih say hi dengan teman-teman panitia.
 
Baca juga : Pengalaman Pertama Berkendara Melintasi Jembatan Suramadu

Acara pembukaan #JejakBPWS dan #MenduniakanMadura dimulai, beberapa perwakilan blogger naik ke lantai 2 kantor BPWS untuk ikut serta. Saya yang datang terlambat dapat jatah berkeliling Jembatan Suramadu sisi Surabaya untuk mengabadikan moment. Setelah dirasa cukup kami kembali ke kantor BPWS untuk menjemput teman-teman blogger yang masih tinggal.
[Jembatan Suramadu sisi Surabaya]
Long journey has begin, karena kami diajak untuk menyusuri sisi utara hingga sisi selatan Madura.  Kami benar-benar seratus persen mengukur aspal menyusuri 4 wilayah di Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan kembali lagi ke Bangkalan. Durasi waktunya pun juga lumayan lama dan ini merupakan FamsTrip paling lama yang pernah saya ikuti selama ini. Trip selama 4 hari 3 malam dan menginap di tiga kabupaten berbeda adalah sebuah pengalaman yang luar biasa, karena setiap malam para peserta diajak untuk melihat tempat baru dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Semacam sarapan di Batam, makan siang di Singapura dan makan malam di Johor.

Perjalanan dari kantor BPWS menuju Bangkalan tidak memakan waktu lama, semua ini berkat adanya jembatan Suramadu yang pembangunannya selesai di tahun 2009 lalu dan memiliki panjang 5,4 KM, sehingga akses menuju pulau Madura dari Surabaya menjadi semakin mudah dan cepat. 

Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM)- Rest Area
Saat sampai di Bangkalan tujuan pertama kami adalah melihat rest area yang sedang dalam proses pembangunan. Para pedagang yang sebelumnya berada di sisi kiri kanan tepi jalan raya nantinya akan direlokasi untuk menempati rest area ini. Bakalan semakin cantik dan menarik untuk para wisatawan yang berkunjung ke Madura.
[Rest Area dalam proses]
[Perwakilan dari BPWS menjelaskan tentang tujuan pembangunan Rest Area]

Kawasan Khusus Madura (KKM) Kecamatan Klampis
Perjalanan selanjutnya kami dibawa untuk melihat calon Pelabuhan Internasional Madura. Lokasinya ada di Desa Tolbuk Kecamatan Klampis, berbeda dengan rest area di Bangkalan tadi ya, di sini memang belum ada apa-apa karena memang masih dalam masterplan dari BPWS. Wah saya langsung bayangin Kecamatan Klampis ini bakalan jadi mirip kayak Harbourfront, di Singapura atau Harbour Bay , Batam. Bakalan kece banget gak sih kalau Madura punya pelabuhan internasional? Sudah pasti perekonomian akan berkembang pesat dan cost untuk barang dan jasa yang keluar masuk dari berbagai macam daerah termasuk luar negeri dapat langsung sampai di Madura. Semoga secepatnya bisa terlaksana, ya!.
[Lokasi pembangunan Pelabuhan Internasional, Madura]
[Teman-teman Blogger Indonesia]
Hari mulai sore dan perjalanan kami masih panjang untuk menuju kabupaten Sampang. Meskipun agak lama, tapi perjalanan kami sama sekali tidak membosankan karena ditemani oleh musik Madura dan diselingi dengan alunan 80-90’s. Saya memutuskan untuk tidur ayam guna saving mode. Setelah sampai di Desa Batioh, bus kami tidak dapat masuk terlalu jauh karena kondisi jalan desa yang minim. Kami (para peserta) semua olahraga sore-sore berjalan kaki sambil membawa barang pribadi untuk menuju homestay. Malam pertama kami akan menginap di Sampang, homestay-nya terletak tidak jauh dari pantai Nepa.

Setelah semua peserta berkumpul di homestay dan selesai melakukan tugasnya masing-masing (sholat dan istirahat), kami diajak untuk pergi nengok saudara tua di Hutan Kera Nepa. Dinamai demikian karena memang di tempat ini banyak terdapat kera yang tumbuh dan berkembang biak. Lokasi Hutan Kera Nepa ini tidak jauh dari homestay kami, sekitar 1 km saja. Datang ke Hutan Kera Nepa ini seperti mendapat double jackpot, karena kamu gak cuma dapat 1 wisata saja tapi 2 sekaligus. Anak hutan dan anak pantai bersatu di Desa Batioh. Perjalanan menuju Hutan Kera Nepa saya gunakan untuk mengabadikan momen, foto levitasi bersama teman-teman blogger dan membuat VLOG ala-ala.
[Menyambut Blogger yang datang]
Sampailah kami di pintu gerbang Hutan Kera Nepa, saat masuk kami langsung disambut dengan puluhan  kera yang tersebar diberbagai posisi, ada yang di atap gerbang, di samping kanan dan kiri, ada juga yang bergelayut manja di pohon. Padahal kabarnya kera-kera ini tidak akan muncul dihari biasa dan hanya muncul ketika dipanggil dengan ‘keyword’ “Lo lalilooooo…”. Wow, beruntungnya kami.

Hutan Kera Nepa ini sama seperti hutan pada umumnya, hijau dan creepy. Saat masuk semakin dalam ada perasaan kurang nyaman, seperti ada yang memperhatikan setiap gerak-gerik kami tapi it’s oke karena kami pergi ramai-ramai. Btw, yang memperhatikan kami itu kera ya saudara. Jangan mikir aneh-aneh. Haha. FamsTrip ini aman kok soalnya selama perjalanan di Hutan Kera Nepa kami ditemani oleh juru kunci, penduduk asli Desa Batioh. Sore itu kami tidak masuk terlalu dalam di Hutan Kera Nepa, perjalanan kami berhenti sampai di pohon besar di tengah hutan, semacam petilasan. Kabarnya sih, kalau misalnya kamu datang ke tempat ini lalu punya nadzar dan nadzar itu terkabul kamu harus datang lagi ke Hutan Kera Nepa untuk melakukan doa atau sebagainya sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
[Pict by : Mas Ndop]
Suasana semakin creepy karena semakin sore, pak juru kunci mengajak kami untuk keluar dari Hutan Kera Nepa. Bukan blogger kalau gak bikin cerita seru dan lucu, salah satu dari kami ada yang mencoba untuk menggoda si kera, eh gak taunya si kera kayaknya lagi PMS gitu. Bisa jadi  kera tersebut merasa terancam dengan keberadaan kami. Saat ada yang mengganggu, si kera langsung bereaksi dengan mbenges-mbenges (memperlihatkan gigi seperti akan menggigit sambil mengeluarkan desisan). Teman-teman langsung lari kocar-kacir menghindar, termasuk saya. Padahal si kera ini sendirian loh dan kami lebih banyak jumlahnya. Tapi gimana kalau kera ini marah terus manggil temen-temennya?. Makanya lebih aman kami permisi baik-baik dan pelan-pelan. Saya dan mbak Uniek berpegangan tangan, takut.

Fiuh, akhirnya keluar juga dari hutan kera ini dan saya buru-buru kembali ke homestay untuk mandi, sedangkan teman-teman yang lain masih ada di pantai Nepa untuk bermain bola volley dan membuat video Mannequin Challenge. Suasana kebersamaan terasa kental sekali, apalagi saat makan malam tiba. Jujur saya selalu takjub dengan jamuan makan masyarakat Madura, kalau orang Kediri bilang “Ngajeni-nya gak tanggung-tanggung”, malam itu menu kami adalah sayur daun kelor, sambal pencit, dengan lauk tahu, tempe, dan tidak ketinggalan olahan ikan laut. Setelah makan besarpun kami masih dimanjakan dengan pohung (ketela/ubi) rebus. Perfecto!
[Makan sambil bercerita]
[Singkong tannpa keju]
Oh, kedatangan kami ke Sampang gak dibiarkan begitu saja, loh. Kami disambut oleh Kepala Desa Batioh, bapak Haji Ali Suud, beliau banyak bercerita tentang potensi daerah ini. Padahal kalau kalian tahu nih, Sampang itu merupakan daerah yang paling rendah tingkat perekonomiannya jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Madura. Tapi Sampang juga punya banyak potensi wisata, salah duanya ya itu tadi Pantai Nepa dan Hutan Kera Nepa. Selain itu ada komoditas andalan yang dibudidayakan di Sampang, yaitu semangka kuning. Wah kalau bicara soal potensi dan perekonomian, ini tugasnya anak Perencanaan Perekonomian Ekonomi Daerah nih. Ehm, benerin jilbab.

Kalau bicara soal potensi, BPWS pasti sudah paham betul tentang bagaimana cara mengembangkan daerah supaya menjadi lebih baik dari sebelumnya, tapi kan BPWS gak mungkin bisa sendiri. Maka perlu kesadaran dari masyarakat sekitar untuk turut serta membantu prosesnya. Ketika semua elemen bersinergi, maka bim salabim Sampang akan menjadi salah satu tempat yang must visit, dan saya optimis perekonomian secara perlahan akan terangkat. Jadi gak ada tuh ceritanya Madura jadi daerah ekonomi rendah. Malam itu tidak hanya kebersamaan yang kami dapat, tapi juga wawasan yang mencerahkan. Saking serunya kami tidak sadar kalau waktu berjalan begitu cepat. Malam semakin larut dan kami harus istirahat untuk menyambut FamsTrip selanjutnya.
[Ini jam 05.00]
Keesokan harinya kami diajak untuk menikmati sunrise di Pantai Nepa, sayangnya pagi itu mendung menggelayut di langit Desa Batioh. Tapi meskipun begitu kami para blogger tetap bahagia dan bergembira. Ada yang main game bareng panitia ada yang berkelana mencari cinta objek foto juga.
[Nepa Band]
[Menghirup udara segar Pantai Nepa]

Saya bersama beberapa teman blogger menyusuri pantai Nepa dan menemukan spot cantik untuk foto-foto, bahkan saking asyiknya kami sampai lupa waktu. Tau-tau ada kabar kalau makan pagi sudah siap di homestay, karena perut naga sudah meronta maka kami yang terbuai ombak asmara pantai Nepa kembali ke homestay untuk sarapan dan bersiap melanjutkan perjalanan menuju Sumenep.
[Foto bersama dengan kamera instan mas Ndop]
Bersambung..


Kamis, Desember 01, 2016

FamsTrip #MenduniakanMadura : Senangnya Dapat Ikut Serta

  15 comments    
categories: 

"Maaaaak! baru pulang dari Batam dan langsung disambut dengan FamTrip 4 hari 3 malam untuk keliling 4 kabupaten di Madura?! Omaigat!!!!"

I am very excited!!!

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Satu bulan yang lalu, tepatnya tanggal 24 Oktober, posisi saya masih ada di Batam dan menyiapkan kepulangan ke Jawa. Kebetulan iseng membuka facebook via browser (ini jarang sekali saya lakukan, mengingat saya nggak install aplikasi facebook di hp) dan kebetulan skroll timeline membaca status mas Wahyu Alam tentang pendaftaran untuk acara explore Madura yang diadakan oleh komunitas Blogger Madura, Plat M bersama BPWS selama 4 hari. Jiwa menjelajah meluap kembali, saya langsung daftar saat itu juga.

25 Oktober pukul 22.00 WIB, saya masih ngalong dan nonton acara Malaysia di channel TV 9. "Nonton tv apa ditonton tv, Sil?", Iya, saya ditonton tv karena sibuk main hp dan seperti biasa tv dijadikan teman supaya nggak sepi. Kebiasaan yang menghabiskan pulsa listrik dengan sia-sia, ya. Gak taunya, malam itu saya dapat notifikasi email dari mas Wahyu tentang konfirmasi kehadiran di acara Plat M. Hah?! Ini seriyus ? Artinya saya masuk menjadi peserta ? Wah, sumpah saya seneng banget. Soalnya acara ini akan menjadi pertemuan pertama saya dengan para blogger, setelah lebih dari setengah tahun off kopdar di Jawa.

[Blogger Indonesia]
Acara ini diberi judul #MenduniakanMadura dikemas dalam FamsTrip (Familiarisation Trip) yang memiliki tujuan untuk memberi cara pandang baru untuk melihat Madura lebih dekat. Intinya kita mau diajak jalan-jalan terus membuktikan sendiri kalau Madura itu merupakan salah satu daerah yang must visit banget kalau lagi travelling. Biar kita gak cuma tahu kuliner bebek aja.

Nah yang bikin saya makin excited adalah ini pertama kalinya saya akan punya pengalaman menjelajahi tidak cuma satu daerah saja, tapi langsung empat daerah yang dikemas dalam trip selama 4 hari, wah double-double!. Apalagi saya juga gak nyangka, kalau pesertanya akan berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia seperti Medan, Lampung, Pontianak, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta. Saya pikir mungkin yang diundang teman-teman blogger yang berdomisili di pulau Jawa saja. Sejak awal saya memang sengaja gak cari tahu soal detail acara ini, siapa saja yang jadi peserta, mau diajak kemana saja, dan lain-lain. Niatnya gak mau spoiler dulu, biar wow. Baca rundownnya pun cuma sekilas, acaranya padat dan keren. Baru setelah diinvite dalam grup WhatsApp saya tahu siapa saja yang akan hadir. Sebagian peserta sudah pernah berjumpa di dunia nyata tapi lebih banyak yang belum. Saat itu yang ada di pikiran saya adalah "Acara ini pasti keren!".

Terimakasih banget buat panitia sudah ngasih kesempatan saya untuk ikut serta, ini lebih dari perasaan bahagia. Wah kalau udah bahagia gini, ceritanya bakalan panjang banget deh kayaknya, sayang kalau ditulis dalam 1 blogpost. Jadi, bersambung dulu ya. :D



Rabu, November 30, 2016

Malang, Rumah Kedua untuk Pulang

  8 comments    
categories: 
Malang selalu jadi rumah yang nyaman untuk pulang. Sejak mengenalnya pertama kali di tahun 2011, saya langsung jatuh cinta dan mau banget kalau seandainya stay selamanya di kota bunga ini, mau kota atau kabupatennya pun boleh. Pengalaman tinggal selama 4 tahun di Malang, menjadikan kota ini punya tempat yang istimewa di hati saya. Suasananya, hujannya, romantisnya, macetnya, dan semua hal yang selalu bikin saya pengen balik berkunjung ke Malang.

Setengah tahun lebih sejak saya pergi ke Batam, kemarin adalah pertama kalinya lagi saya balik ke Malang. Saya merasa semuanya masih sama, Universitas Negeri Malang masih sama, warung makan yang biasa saya singgahi masih sama, hanya kamu saja yang berbeda. Eaaaa.

Malang dalam kacamata saya sekarang ini makin cantik dan bersih, jalanan diperlebar, taman kota semakin banyak, dan suasana saat hujannya dan suara tarkhim sebelum adzan dari masjid di sekitar kampus yang bikin saya kayak balik lagi ke zaman pas jadi mahasiswa. Syahdu banget.

Kenangan yang selalu dikenang, mungkin itu kalimat yang cocok untuk menggambarkan Malang. Pokoknya setiap pergi ke Malang, jiwa saya seperti terisi kembali. Ingatan tentang kalian semua, satu persatu dimunculkan begitu saja tanpa diminta. Ini jadi mellow gitu ya ceritanya. *setel musik klasik, ndekem di pojokkan*.

Kebetulan kemarin waktu saya ke Malang emang sengaja 'ndekem' di Merbabu Guest House. Pas dan gak salah milih Merbabu, soalnya saya butuh tempat buat tidur untuk melepas lelah setelah kota-kota #MenduniakanMadura selama 4 hari 3 malam, apalagi tempatnya tenang, nyaman, dan homey.

[Lobby-nya di set ruang tamu rumah]
Merbabu juga punya lokasi yang strategis karena terletak di sekitar jalan Idjen Boulevard dan depan Taman Merbabu, tapi suasananya tenang dan asri. Jauh dari kesan ramai lalu lalang kendaraan. Begitu masuk lobby saya udah langsung kayak masuk rumah sendiri. Mana pegawainya ramah banget lagi. Suasana coklat kayu dan ornamen rotan bikin kesan Merbabu welcome banget sama pengunjung. Mewah tapi welcome, ya Merbabu itu. Apalagi kemarin saya staycation'nya barengan sama mbak Aik, mbak Nining dan mba Winda Carmelita. Wah surga dunia pokoknya. Tidur asyik bersama teman-teman yang seru dan syantieks.
[Lorong di lantai 1]
Merbabu punya 11 kamar dengan 2 lantai, saya pilih lantai 1 dan dapat kamar nomor 2 dengan double bed, karena memang mau tidurnya sama mba Winda. Meskipun ada di lantai 1 dan dekat dengan lobby tapi suasananya tetap tenang dan terbukti kami bisa tidur nyenyak. Kamarnya bersih, lengkap dengan AC dan TV kabel, kamar mandinya juga lucu antara toilet dan shower hanya disekat dengan kaca buram.
[Kok sendirian aja?]
[Kamar saya dengan pintu geser ala-ala film Korea]


Soal pelayanan Merbabu juaranya juga, snack sore diantar ke kamar dan kalau kita pengen ngopi atau nge teh tinggal bilang aja ke pegawainya, nanti akan diantar air panas ke kamar dan kita tinggal seduh sendiri deh. Soalnya di kamar udah lengkap peralatannya. Asyik kan. 




[Pantry]

[Merbabu dari lantai 2]
Harga yang ditawarkan untuk menginap di Merbabu juga terjangkau kok, gak kalah sama Guest House lainnya. Apalagi kalau pesannya pakai aplikasi ZEN Rooms atau web www.zenrooms.com, bisa dapat harga lebih murah karena banyak diskonnya. Buat yang belum tahu, Zenrooms merupakan jaringan hotel yang berpartner dengan hotel budget di seluruh wilayah Indonesia seperti Malang, Bandung, Batam, Surabaya, Jogja, Jakarta, Bali dan juga beberapa negara tetangga seperti Thailand, Sri Langka, Singapura, Filipina, bahkan Brazil.

Kabar gembira untuk siapa aja yang suka kota-kota, adanya ZEN Rooms yang menawarkan pengalaman traveling efisien dan menyenangkan, yang menyediakan hotel budget dengan kualitas bintang kelas atas tentu membantu banget buat para backpacker. Apalagi ZEN Rooms juga punya program Reward untuk para konsumennya, ZEN Rewards. ZEN Rewards adalah ZENROOMS' loyalty program yang memberikan 1 free night (1 malam menginap gratis) jika melakukan pemesanan sebanyak 6 kali/6 malam. Semakin sering menginap, semakin cepet dapat rewardsnya. Asyik kali!

Kemarin itu beneran pengalaman menginap di Merbabu yang menyenangkan dan menyenyakkan. Ohya, kadang waktu menginap yang ada dalam pikiran saya adalah "udah include sarapan belum ya?". Jawabannya, SUDAH!. Apalagi sarapannya beragam, ada nasi goreng, soto, dan roti bakar. Kita juga bisa memilih minuman sesuai dengan keinginan kita, misalnya susu milo, jus mangga, teh atau kopi. Suasana hangat bersama teman dan santap pagi yang lezat bikin saya pengen nginap di Merbabu lagi.

Semoga setelah ini bisa punya kesempatan pergi ke Malang  untuk pulang dan menginap dengan layanan ZEN Rooms lagi deh. Soalnya bikin ketagihan.

~ Silviana

Selasa, November 29, 2016

Investasi dari yang Paling Kecil Melalui Tabungan Emas di Pegadaian

  2 comments    
categories: 
Lulus kuliah dan mengenal dunia kerja, artinya usia saya sudah bukan masuk dalam kategori anak remaja lagi, karena  20+ adalah masa dimana saya harus mulai memikirkan tentang masa depan untuk kehidupan yang lebih baik. Sependek pemikiran saya saat ini, saya hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi, seperti travelling, jajan, dan amplop kondangan.

Sisanya saya tabung untuk menikah modal usaha, karena kami anak lulusan ekonomi punya tujuan hidup yang sama, yaitu mau jadi pengusaha, di KTPnya tertulis wiraswasta dan ogah jadi karyawan terus-terusan. Sayangnya, banyak yang mengingari ikrarnya, termasuk saya sendiri. Padahal kalau kita punya usaha sendiri, selain membantu diri sendiri apalagi buat yang gak suka terikat kontrak kerja dan SOP orang lain, kita juga bisa mengurangi pengangguran (yaaa meskipun sedikit banget), dan semakin banyak pengusaha negara kita Indonesia tercinta akan semakin siap menghadapi MEA. Eaaaaa, berat kali omongannya. 
[Kantor Pegadaian Gurah]

Beruntungnya saya punya teman yang gak pelit informasi, waktu ngobrol-gosip soal job-job'an saya disaranakn untuk membuka Tabungan Emas di Pegadaian. "Dikit-dikit, ajeg, dan bakalan jadi bukit" katanya. Setelah googling dan baca di website Pegadaian.co.id soal untung rugi-nya punya tabungan emas, akhirnya Senin (28/11) kemarin saya datang ke salah satu kantor Pegadaian di Kabupaten Kediri untuk membuka tabungan emas. Apalagi ini pertama kalinya saya punya pengalaman menabung emas.
Syaratnya mudah dan prosesnya cepat. Cukup dengan datang ke kantor Pegadaian, menyerahkan kartu identitas yang masih berlaku, mengisi formulir, kita akan ditanya ini pertama kalinya atau sudah pernah membuat rekening di pegadaian lalu data kita akan diinput dan gak sampai 20 menit saya sudah sah punya buku tabungan emas. Ohya tidak semua kantor pegadaian bisa mencetak buku rekening tabungan emas di hari yang sama, saya sarankan kamu membuatnya di cabang Pegadaian yang besar. Kalau di daerah terdekat rumahmu adanya Pegadaian cabang kecil kamu tetap bisa mendaftar, tapi itu tadi buku rekening tidak bisa dicetak di hari yang sama, harus menunggu maksimal 2 hari.
[Formulir Data Nasabah]

Setoran awalnya juga kecil banget, seharga 0.01gram emas atau kurang lebih dibulatkan menjadi Rp. 6.000 rupiah saja. Ya ampun ternyata seharga beli pulsa goceng!. Kemarin saya membuka dengan menyetorkan Rp. 30.000 untuk biaya fasilitas dan administrasi. Seharusnya sih Rp. 55.000 tapi katanya dapat diskon biaya administrasi. Total saldo yang saya dapatkan dipotong dengan biaya materai serta formulir adalah 0.0292 gram.



Keunggulan lain yang dimiliki oleh tabungan emas yang saya rasakan adalah saya gak berat mau buka rekening karena setoran kecil banget, rekening ini nantinya bisa dicairkan dalam bentuk dana jika sudah
terkumpul minimal 1 gram emas dan kalau pengen punya emas batangan silakan menunggu hingga tabungan emas terkumpul minimal 5 gram. Untuk harga emasnya fleksibel sesuai dengan rate saat dilakukan transaksi, dan yang paling penting nasabah tidak diwajibkan untuk menabung setiap bulan, fleksibel sekali pokoknya. 

Saya juga sempat bertanya, apakah ada bulan maksimal tidak menabung sama sekali di pegadaian, kan kalau di bank konvensional maksimal 6 bulan tidak ada transaksi tabungan akan hangus. Bapak petugas bilang "tidak ada kok, tapi masak ya tega gak nabung sama sekali, kan di Pegadaian ini kita belajar investasi dari yang paling kecil, minimal Rp. 6.000 saja".

Wah, makin semangat saya untuk rajin menabung dan investasi emas, keinginan untuk menikah punya usaha sendiri semakin dekat. Karena saya percaya tidak ada yang mudah dalam hidup, kalau mau enak kita sendiri yang harus mengusahakannya. Ayo nabung emas di Pegedaian, bisa buat mahar kamu nikah loh. :D

~ Silviana.