Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Duta Kebersihan

ya, selamat malam.
Malam ini kosan saya mengadakan rapat tahunan, karena ada adik maba yang ikut tinggal bersama kami. Jadi, di rapat tersebut kami membahas tentang peraturan yang kami buat dan kami taati, uang iuran untuk kas, dan share lainnya.

Tempat kos saya, adalah tempat yang recommended untuk dihuni, dekat kampus, fasilitas lengkap, aman, serta nyaman, yang paling penting adalah sesuai dengan kantong. Karena kami hidup bersama, jadi kami harus menerapkan kedisiplinan dalkam diri masing- masing untuk saling menghargai satu sama lain, di kosan saya diadakan uang kas untuk refill gas dan pembayaran uang sampah.

Kakak kos saya banyak yang freak, mereka absurd tapi asyik

oh ya, tentang uang sampah. Setiap bulan, petugas sampah menarik uang sampah ke setiap rumah, dan disini sampah dihitung perkepala sebesar Rp 1500, petugasnya masih muda, dan ehm menakutkan (katanya) karena selalu memandang anak- anak kos yang membayarkan uang padanya. Karena itulah kakak kos saya yang memegang uang kas selalu menyuruh saya untuk memberikan uang tersebut. Katanya saya kok ngga takut, padahal masnya jelalatan gitu.

Kami banyak ngobrol, dan akhirnya mbak Ifa salah satu kakak kos saya bilang, ada yang mau di kasih award. Nah, ternyata saya dinobatkan sebagai duta kebersihan karena sering membersihkan daerah cuci piring dan kompor, selain itu juga dinobatkan sebagai duta pembayaran uang sampah.

Dasar freak ! haha, tapi terimakasih buat mba- mba yang udah sayang sama saya, neg bimbing kalau salah, hehe.. Intinya, tetap jaga silaturahim aja, moga kita selalu akur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame