Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Mari merenung

Saya memiliki orang tua selalu mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dengan apa yang kami miliki saat ini.  Dapat makan 3 kali sehari dengan menu yang sesuai dengan anjuran, memakai busana yang layak, memiliki tempat tinggal yang nyaman walaupun tidak bagus dan besar, dapat menuntut ilmu dengan baik, dan masih mampu memberikan sebagian rezeki kami kepada orang lain. Itu semua kami anggap sudah cukup untuk memenuhi hajat hidup keluarga, walaupun tidak banyak namun cukup.

Masih sangat banyak orang yang tidak beruntung seperti keluarga kami, untuk makan sehari- hari saja mereka sangat kesulitan, apalagi untuk membeli barang keperluan lain. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja mereka kesulitan. Miris ya.

Kemarin, saat saya diajak ibu pergi berbelanja ke pasar tradisional di Pare. Karena belanjanya banyak saya nunggu di satu toko karena capek dan ibu yang muter nyari barang lainnya. Ada beberapa orang yang datang ke toko tersebut, intinya mereka minta zakat si pemilik toko. Saya cuma merhatiin waktu itu, bingung juga mau berbuat apa. Mau nolongin saya juga masih minta ke orang tua, jadi serba salah.

yaah, kehidupan mereka memang kurang beruntung dibanding saya. Saya jadi ngerti, gimana susahnya nyari duit buat sekedar makan minum. Sedangkan saya ? aduuh dengan semena- mena menghamburkan uang yang diberi bapak ibu. Saya juga masih sering mengeluh ketika ibu mengurangi uang bulanan. Padahal saya juga selalu mendapat uang dari menulis majalah dan beasiswa. Betapa saya ini masih kurang bersyukur ya..

Banyak hal yang saya pelajari kemarin, satu realita bagaimana kehidupan sebenarnya, keras dan kejam. Tapi, saya yakin Tuhan akan selalu menuntun umat-Nya yang selalu mengingat-Nya. Semoga kehidupan kita selalu diberkahi oleh-Nya. Amin

Alhamdulillah hari ini saya masih dapat membuka mata dan melakukan aktifitas seperti biasanya. :) Terimakasih ya Rabb







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame