Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Kenapa Milih Ekonomi ?

Tugas banyak, dan masih saja nyempatkan diri buat nulis di blog. Ah~~ memang pesona nge blog ga pernah bisa digantiin sama apapun. Kalau udah nge blog, lupa sama semua- muanya. Hahaha..

Ya, ceritanya minggu- minggu ini hidupku terkuras sama yang namanya tugas. Sebenernya simpel, licin, dan ga nyangka. Dua modul saja. 

Oke, mungkin sebelumnya aku pernah cerita soal dua MK dosen yang sama serta ruangan yang sama ya ? Coba liat lagi di post ku yang sebelum- sebelumnya. Kayaknya aku pernah nulis di awal semester 4. 

Nah, kali ini ibuk dosen yang cantik ini mengadakan simulasi pembelajaran dengan berkelompok dan kompetisi. Maksudnya gimana ? Jadi, satu kelas di bentuk menjadi delapan grup, masing- masing grup memiliki 4 dan 5 anggota menyesuaikan dengan bab di modul yang belum di bahas. Nah, setiap anggota nantinya akan berkompetisi sesuai dengan bab masing- masing yang dikuasai, selain itu yang berkompetisi harus berjuang untuk mendapat nilai A untuk kelompoknya. Jadi, setiap pertemuan akan ada satu anak yang berkompetisi dengan kelompok lainnya.

Susahnya adalah, karena ini berkelompok maka nilai akan dibagi untuk kelompok tersebut. Ah. 

~~~~~~~~~~~~~~~~

Itu tadi cuma sebagian aja kesusahan dari kuliah di ekonomi. Dulu, sebelum masuk kuliah aku pernah ngobrol sama wali kelas SMA, pak Made Suastika. Beliau bilang di EKP (Singkatan dari Ekonomi Pembangunan) itu susah, jadi harus bener- bener. dan awalnya aku menyangsikan hal itu. Toh selama tiga semester aku bisa menjalani dengan mudah dan mulus, dibuktikan sama IP yang ga turun. Tapi! Permasalahan dimulai saat semester empat. entah kenapa kuliah jadi susah, padahal beban sks makin sedikit.

yah, ini sih gara- gara ikut- ikutan milih jurusan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame