Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

#Random


16 April 2013

Yip2, Selasa. Semakin dekat dengan jadwal kepulangan saya ke Kediri. Ahh, i cant wait. Bahhaa.. I miss my fams. So much. Long time no see ya.

Oke, Selasa ini saya hanya ada satu mata kuliah yang harus ditempuh. 3 sks, dan 3 js. Pukul 9.35 perkuliahan dimulai, dan 12.10 selesai.

Entah kenapa, hari ini saya punya 3 bahan sekaligus untuk ditulis. Saya bersemangat. Tidak seperti biasanya. Saya merasa hidup.

Ini seperti skenario dari Tuhan, dan saya bertugas menceritakannya kepada kalian. *jreng *Zoomin *Zoomout

Di bawah meja belajar saya, tertampung satu plastik besar berisi kumpulan plastik- plastik bonus dari membeli makanan di warung sekitar tempat kost, gramedia, alfamart, indomart, carrefour, matahari, dan sebagainya. Saya melihat dan entah kenapa jadi risih, akhirnya saya berinisiatif untuk menata ulang hingga terlihat lebih rapi. Melipatnya lalu disimpan kembali. Saat saya melipat- lipat, muncul pemikiran di benak saya. Saya baru 2 tahun tinggal kos, dan sudah sebanyak ini plastik yang terkumpul, bagaimana jika nanti saya lulus ? Mungkin sudah berkilo- kilo plastik. Maka dari itu, akhirnya saya memilih satu plastik berlabel franchise ukuran sedang, saya lipat dan saya masukkan di sela- sela tas. Mulai hari ini, saya akan menaruh setiap barang belanjaan saya (untuk yang kecil- kecil, makanan, minuman, apalah) di kresek yang saya bawa. Let see? Mungkin ada sebagian yang nantinya akan tertawa, tapi ini langkah saya mengurangi keberadaan plastik di kamar kost saya. B|

Untuk yang kedua, di bagian ini, akan ada bagian dimana saya merasakan 'jleb momment'. Ceritanya, saat saya melewati salah satu gang untuk menuju kampus, saya bertemu dengan seorang nenek yang duduk di tepi jalan sembari menengadahkan tangan, saya ingat semalam memasukkan beberapa koin ke saku celana yang saya pakai. Kemudian, saya berikan koinan di genggaman tangan saya ke tangan nenek tersebut. Setelah beberapa langkah, saya mendengar si nenek berkata keras "halah, kok ya cuma segini doang". dan saya terus berjalan. ~_~

entah bagaimana saya jadi ilfil. Saya kira di Malang ini masyarakatnya sudah sejahtera. Nyatanya ?

Masih tentang peminta- minta. Saat saya berada di wifi area dekat kos. Seorang anak kecil memberi saya amplop bertuliskan "Minta uang, buat makan" - kebetulan sekali saat itu saya tidak membawa dompet dan benar- benar no money karena uang sudah habis untuk membeli paket hotspot. Begitu saya kasih balik amplopnya, si anak kecil ini bilang sama saya "dasar pelit! Buat makan ini" sambil matanya melotot ke saya.

ahh..

Cerita ke tiga, sepulang dari kampus. Saya menemani Jijah ke sebuah toko aksesoris, niatnya Jijah mau beli kado untuk teman pondoknya yang nikahan. saya ?? ya, just window shopping aja. Hahaha

Selesai dari itu, kami berdua pisah. Saa pulang ke kos, dan jijah menunggu angkutan. Beberapa gang menuju kos, saya bertemu dengan Aisyah, teman sekelas saya. Kami berhaha hihi dan saling sapa padahal jarak kami lumayan jauh. 20 kaki mungkin. Ternyata, di belakang Aisyah ada adik maba yang satu jurusan dengan saya. Oke, saya akui. Dia sangat charming dan ehm saya sempat mengidolakan dia. Haha.. Yah you know lah. Bagaimana saya bisa tau dia adik angkatan saya ? Yap. Saya berada di Himpunan Mahasiswa Jurusan dan tentu saja urusan tentang kegiatan jurusan saya dan kawan- kawan HMJ tentu yang mengurus. Jadi ceritanya saya 'tahu' dia saat temu maba ekp 2012, baik saat di indoor maupun outdoor. Beberapa kali kami bertemu dan yaa hanya sekedar menatap dan berlalu, tanpa cela, tanpa sapa, dan hingga saat ini saya tidak mengetahui siapa namanya, offering (kelas) apa, dan ya darimana asalnya tentu saja.
Saya biarkan keingin tahuan saya tentang dia menguap. dan hari ini kami bertemu kembali. Dia melambaikan tangannya pada saya sambil tetap menyetir sepeda motornya, dan tersenyum. Mata kami bertemu. Entah dia tersenyum dan menyapa saya atau bukan, yang jelas tidak ada orang lain dibelakang saya. Hahaha.. Random. Oke, untuk cerita yang ke tiga, just share. Suka, mengidolakan bukan berarti menyukai yang sebenarnya.

Selamat malam, pembaca.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame