Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati. Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu. Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesa

In Memoriam Pak Herman

Innalilahi wainailaihi rojiun..

Tidak menyangka jika sosok guru yang sering saya sebut di blog berpulang secepat ini.. Semoga amal ibadah beliau diterima disisi Nya, dan di tempatkan di tempat yang lebih baik di sisi Allah SWT. Aamiin

Senin pagi (17 Maret 2014)  saya mendengar kabar yang sangat mengejutkan. Awalnya melalui PM facebook, dikirim oleh adik kelas di SMA, Nislatul. Mengabarkan jika pak Herman telah berpulang. Masih tidak percaya. Hingga akhirnya muncullah status bbm teman teman dari Smansa mengenai hal tersebut.

Akhirnya saya mem-validkan berita tersebut kepada mas Rofiul, teman dekat dari pak Herman. Menunggu, dan ternyata benar. Sakit rasanya mendengar kabar duka dari orang dekat. Namun, semua milik-Nya, dan akan kembali pada-Nya.

PERKENALAN

Saya masuk SMA 1 Pare tahun 2008, dan tentunya mendapat pelajaran TIK. Di masa itu, TIK masih sangat wah apalagi internet. Saat itu, menikmati internet di lab komputer sangat menyenangkan, karena mengakses internet masih lumayan mahal, sekitar 3000/ jam di warnet.

Pak Herman adalah guru abadi, beliau mengajar TIK kelas X dan kelas XII. Beliau selalu memberi kami kesempatan untuk main internet sebelum pelajaran dimulai. Beruntung sekali saat itu, di kurikulum kami mendapat pelajaran mengenai blog, beliau lah yang pertama memperkenalkan BLOGDETIK pada kami, dan yang saya tahu beliau merupakan laskar online pertama di tahun 2008, yang membawa blogdetik ke Kediri.

Awalnya saya merasa, pak Herman merupakan orang yang sangat tegas, disiplin, dan galak. Karena pada saat pelajaran mengenai motherboard saya pernah dimarahi gara- gara mungkin dianggap menyepelekan. Sejak saat itu saya mulai giat belajar mengenai komponen komputer, hingga sampai saat ini jika ditanya komponen motherboard saya masih ingat.

Belajar mengenai blog, belajara otodidak, otak atik blog, dan sering kepo tentang kepenulisan melalui blog beliau. Hingga akhirnya saya menjadi salah satu dari ke 16 siswa yang juara mendapat kaos dari blogdetik. Sejak saat itu, kami sering diikutsertakan dalam setiap momen kepenulisan digital.

Pak Herman bukan hanya menjadi sosok Guru, namun juga sahabat. Beliau gaul dan menyenangakan.

MENJADI SOSOK YANG SANGAT INSPIRATIF

Waktu memang melenakan. Tak terasa tahun 2011 saya lulus, dan masuk di  PTN di Malang. Namun, Alhamdulillah masih terus ngeblog, dan datanglah kesempatan dimana saya ditawari oleh pak Herman untuk membimbing pelajaran TIK tentang materi blog. Dan sudah berlangsung 2 tahun sebelum mata pelajaran TIK dihapuskan. 

Saya bersama beberapa orang teman, yang pertama sekitar semester 2, saya bersama @ChandraBJ ; @Rialyzara ; @arisiras ; dan @pradinacweet. Sedangkan di tahun ke dua saya bersama @pradinacweet ; dan @arisjodi.

Karena beliau juga lah, kami (saya, Pradina dan Aris) akhirnya berangkat untuk mengikuti Asean Blogger Festival di Solo. 
Hingga muncullah Komunitas Detik Smansa, dan sekarang ini Blogger Kediri, pak Herman juga merupakan sosok yang turut mendukung adanya Komunitas ini, beliau seringkali memberi kami masukan saran, dan motivasi.

Sebulan yang lalu, kami dari Blogger Kediri memiliki acara Blogger Goes to School di SMA 1 Pare, dan pak Herman merupakan sosok yang memberi kami tempat dan akses untuk dapat masuk ke sekolah saya dulu. Beliau juga bersedia membuka jalan kami untuk masuk ke sekolah lain di kabupaten. Jasa beliau sangat banyaaaak.

Saya dan pak Herman sering berkomunikasi melalui bbm, dan saat itu beliau bilang "Atas nama kediri kita coba bangun sekuat tenaga, kita jemput bola ke sekolah2, kita bantu sekolah2 lainya juga. Oke Vi"

Beliau juga sangat mendukung kami dalam setiap kegiatan "Aku support bgt dgn kalian, senang dgn perjuangan kalian".

Beliau juga berpesan untuk semua anggota Blogger Kediri "Kalian muda, saatnya unjuk kebolehan tp tetap pada kekompakan tim bukan ego. Oke Vi"

  
Terimakasih pak Herman, untuk semua waktu tenaga dan pikiran yang tercurahakan untuk saya khususnya dan kami Blogger Kediri. Tanpa bapak mungkin saja sampai sekarang saya tidak akan mengenal blog. 

Mewakili pak Herman dan keluarga, siapa saja yang membaca posting ini saya mohon maaf atas segala khilaf yang disengaja ataupun tidak disengaja oleh beliau. Mohon diikhlaskan untuk membantu jalan beliau. Terimakasih.

Untuk Bu Meryna, kuat ya bu. Semangat! Ada generasi hebat yang harus ibu perjuangkan.

Al Faatihah. 

Foto diamabil tahun 2013 saat pawai Pekan Budaya Kediri



Komentar

  1. Baru nemu postingan ini, siapa yang jatohin bawang disini? :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame