Kamis, November 08, 2018

Menikmati Keindahan Bromo di Musim Kemarau

Halo..

Haha.. Jujur kagok banget mau mulai cerita perjalanan ini. Entah mungkin karena sudah cukup lama tidak berbagi di blog karena alas an sibuk atau emang sense menulisnya mulai luntur. Sebenernya banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi lagi- lagi entah kenapa buat mulai kok susah sekali.

Bromo, lagi dan lagi. Tahun ini adalah ketiga kalinya saya berkunjung ke bumi Tengger ini, pertama saat awal tahun, kedua di pertengahan tahun sepulangnya dari Baluran. Ketiga kalinya ini berkunjung karena acara outing bersama kolega kantor, divisi finance & accounting (F&A).

Bosan nggak sih berkunjung ke Bromo lagi, lagi dan lagi? Nggak sama sekali lho. Malahan masih penasaran terus. 

Pengalaman baru karena sebelum-sebelumnya kan gak pernah ke Bromo bareng- bareng gini. Kami berangkat hari Sabtu sore menuju ke Surabaya karena sekarang ini Madiun- Surabaya udah ada jalan tol. Jadi bisa lebih cepat dan efisien.

Bayangan malas kalau berkunjung ke Surabaya harus ditempuh dengan waktu  berjam-jam juga udah sirna. Intinya perjalanan sangat lancar dan tanpa hambatan. Buktinya pukul 18.30 kami sudah sampai di Rumah Makan Bu Kris Pandaan, padahal saat rombongan sampai di daerah Kertosono pukul 16.00 WIB.

Setelah semua rombongan F&A sudah berkumpul dan makan malam sudah selesai, kami bertolak menuju Bromo. Saya gak begitu memperhatikan jalan karenaaaa tidur. Haha. Maklum deh ini kan perjalanan singkat, Sabtu berangkat, Minggu udah pulang. Jadi harus banget jaga kondisi badan, apalagi niatnya ke Bromo kan mau lihat sunrise, otomatis kita gak tidur malam harinya.

Sekitar pukul 22.30an tau-tau aja kami udah sampai di penginapan untuk coffee break dan istirahat sejenak sebelum melakukan persiapan untuk melihat sunrise. Ohiya, waktu itu juga pas banget mati listrik, jadi karena gabut kami akhirnya pada tidur pulas. Hahaha

Pukul 02.30 WIB jeep datang menjemput dan kami bertolak menuju penanjakkan. Saat itu kondisinya Bromo lagi penuh karena memang sedang weekend dan after libur panjang. Nah karena itu rombongan kami tidak dapat parkir di penanjakkan 1 dan beralih ke bukit cinta.

Di Bromo ini memang ada beberapa spot untuk melihat matahari terbit. Penanjakkan 1,2, Bukit kingkong dan bukit cinta. Masing-masing punya view yang berbeda, maka dari itu ke Bromo tuh gak bisa cukup sekali aja.

Cuaca pagi itu cukup mendukung dan matahari terbit dengan cantiknya. Sungguh jatuh cinta banget sama rona jingga, biru, dan ungu di pagi itu. Karena ini perjalanan dinas jadi saya gak bisa seenaknya menikmati keindahan matahari terbit ini terlalu lama, setelah dirasa cukup kami kembali ke parkir jeep untuk menuju ke pasir berbisik.
Ohya, sayang saat itu kami tidak  dapat melihat bukit teletubies karena kondisinya yang masih pemulihan pasca kebakaran beberapa waktu yang lalu. Ah saya hampir lupa, ini pertama kalinya saya ke Bromo saat musim kemarau dan menjadi pengalaman baru karena dapat melihat Bromo dengan view yang berbeda, kering, gersang dan badai pasir.
Makin siang Bromo makin panas dan kami juga sempat mengalami terpaan badai pasir saat melakukan perjalanan menuju jeep. Begitu sampai di kendaraan pak sopir yang bahkan saya lupa bertanya siapa namanya itu meminta kami semua untuk lekas masuk ke dalam untuk menghindari badai.
Karena kondisi badan yang sudah lelah kami sepakat untuk segera kembali ke penginapan untuk sarapan dan bersih diri karena akan melanjutkan perjalanan ke Bee Jay Bakau Resort (BJBR) di daerah Mayangan Probolinggo.

Next..

25 komentar:

  1. Berkunjung ke Bromo memang gak ada habisnya. Mesti ada suasana baru yg mewarnai. Btw, foto paling akhir lucu~

    BalasHapus
  2. Foto2nya bagus bagus bangettt.. bisa jadi wallpaper cantik

    BalasHapus
  3. Berbicara dalam hati aku harus bisa ke bromo, suhunya dingin banget ya mba

    BalasHapus
  4. Kalau baca artikel tentang bromo selalu inget iklan, "mau ke mana" "bromo" dan sampai sekarang belum pernah menginjakkan kaki ke Bromo, pengen bisa ke sana

    BalasHapus
  5. Mau juga tuh ke Bromo. Eh foto terakhir memperlihatkan kalau cuacanya dingin. Lucuuu

    BalasHapus
  6. Saya baru sekali ke Bromo dan masih kurang puas. Pengen balik ke sana. Tapi, malas jalan dini harinya demi sunrise hahaha

    BalasHapus
  7. Duh senangnya mbak nggak bosan malah berkali-kali kesana..aku belum pernah sama sekali mbak padahal voucher hotel udah punya nih :)

    BalasHapus
  8. Bromo...tak ada bosannya melihat keindahan panoramanya. Saya juga mau ke sana lagi dan lagiii...

    BalasHapus
  9. Ya Allah, Bromo salah satu destinasi top wish ku banget mba, mudah2an suatu saat bisa mengunjungi tempat ini, amiinn

    BalasHapus
  10. Saya pernah nonton film Pasir Berbisik, lokasinya di Bromo. Bikin penasaran, pengen lihat juga area pasir yang luas. Kapan ya bisa ke sana juga ....

    BalasHapus
  11. Wah sudah berkali kali. Apa kabar emak yg impian nya ke bromo tp sekalipun belum kesampaian. Semoga tahun depan kesampaian

    BalasHapus
  12. Bromo emang keren banget ya view-nya. Berkali-kali ke sana juga gak akan bosan.

    BalasHapus
  13. aku belum pernah ke Bromo, hihihi... padahal rumahku di Malang. Gak ada yang ngajakin sih...

    BalasHapus
  14. duh, destinasi yang keren bgt, jadi kangen kesana lagi.

    BalasHapus
  15. Beruntungnya ya sudah pernah ke Bromo , aku sama sekali belum pernah kesana lho. Liat foto2 temen yang di Bromo suka mupeng soale viewnya cantik banget.

    BalasHapus
  16. Wahh ini ceritanya bersambung gitu. Nunggu cerita selanjutnya ya mba...

    BalasHapus
  17. Asik banget bisa berulang kali ke Bromo. Aku belum pernah sekalipun ke Bromo. Semoga aku bisa segera ke Bromo tahun depan.

    BalasHapus
  18. Aaah jd kangen Bromoo. Kapan ya Sil aku bisa kesana lagii

    BalasHapus
  19. Kalau musim kemarau aman ga ya bawa Salfa.
    Pas baca di blog teman, sekarang musim hujan dan Bromo makin dingin. Hmm... Makin penasaran...

    BalasHapus
  20. Bromo selalu menjadi tempat destinasi impian yang wajib dikunjungi ya mb. Aku malah belum sampai sana. Pengen bisa berkunjung, semoga kapankapan. Aamiin

    BalasHapus
  21. Hahahaa itu foto terakhir bikin pengin cubit pipimu lho Pi :)) Aku belum pernah ih foto dari spot situ, jadi dapet foto Bromonya apik ngono. Dulu aku ke Bromo jalan kaki loh dari Semeru, pas hutannya abis kebakaran pula. Ough sungguh mengerikan cape dan panasnya :D Kapan2 mau juga lah jalan2nya santai aja ke Bromo, ga harus kayak tahun 94 dulu.

    BalasHapus
  22. Ke Bromo bolak-balik?
    Assikk yaa...


    Btw,
    Gaya nulisnya renyah banget looh...
    Aku suka.

    Tulis lagi doonk pengalamannya.

    BalasHapus
  23. Kalau musim hujan kyk gini khawatir cuaca ekstrem, Kalau musim kemarau khawatir debu hehe. Jd adakah saran baiknya ke Bromo tu pada masa apa? Apakah eprlaihan aja kali ya? Itu biasanya bulan2 paa ya mbak?
    Btw kalau sewa Jeep gtu biayanya berapakah?Dihitung perorang atau peromobongan?

    BalasHapus
  24. Silvi sukses bikin aku dan Udi mupeng pengen segera ke Bromo... cantik banget memang yaaa

    BalasHapus
  25. Beruntung mbak dirimu bisa ke bromo. Saya malah belum pernah hihi ceritanya seru yaa

    BalasHapus

Keep Blogwalking!