Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Romantisan : Mengejar Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam, siang sudah mulai berganti malam. Orang bilang sore itu senja, senja artinya mulai malam, mulai malam artinya kurang cahaya. Kalau kurang cahaya jadinya sulit melihat. Lalu kesimpulannya ini tadi ngomong apa ?  hehe.. Gak ada cuma intermezo saja. Sekarang yang seriusan, bicara soal senja, ada beberapa orang yang sedih ketika senja datang, karena keindahannya hanya sejenak hadirnya, banyak orang menilai, senja adalah fenomena yang penuh dengan keraguan, bias oranye berbalut abu- abu, seringkali membuat orang bersedih. Saya dulunya juga sama sekali tidak pernah menyukai fenomena sore ini. Yip, masa senja setiap harinya kurang lebih hanya setengah jam saja. Tapi, sekarang beda ceritanya kalau senja sama kamu, ya udah pokoknya indah- indah tok. *sumpah ini dari tadi kok alay begini yak* *blushing* hehe





Senin, hari pertama si mamas praktik ngajar selama 1,5 bulan ke depan, waktu sms an, kok pengen jalan, akhirnya ngajak ketemuan, padahal kemarin minggu malam udah romantisan. Seperti biasa, kalau romantisan gak ada ide mau kemana. Tercetuslah "gimana kalau foto senja?" | Boljug alias boleh jugaaa deeeh. Waktu itu sempat dengar dari teman kalau di bukit dieng bisa motret senja karena tempatnya lebih tinggi. Tapi gak tau kenapa waktu udah ketemu planningnya berubah ke Batu. Sayang banget kesorean, macet, dan terlewatlah senja yang akan kami potret.



Meskipun senja kelewat gak masalah, lagi- lagi yang penting sama kamu. Menjelang maghrib, saya udah deg- deg an aja keingat dulu mamas pernah ngambeg gitu waktu diajak jalan maghrib- maghrib, sepanjang perjalanan dieem terus, diajak ngomong respon seperlunya. :( . Sepertinya dulu itu lagi PMS

Mampir masjid di Batu, makan soto, pulang..

Ternyata gak pulang, romantisannya masih lanjut di Taman Merjosari yang baru. Ada masjid yang sekilas mirip di Istanbul Turki di Merjosari. Versi mini.



Taman Merjosari sebenarnya cozy sekali untuk kongkow namun dinginnya gak karuan karena memang dulunya persawahan. Disini kami cuma jalan- jalan jalaaaaan foto- foto fotoooooo.. Mainan ayunan dan ngobrol entah apa kemarin itu. Kemudian beneran pulang.

Dapat salam dari mamas saya :)




Ciye romantisan terus.






Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame