Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Turut Bahagia

Malam itu, saya terbangun. Pukul 00.49 selalu sekitaran itu. Setiap hari, begitu. Rutinitas otomatis yang ter-setting sejak satu tahun lalu.

Apalagi yang dilakukan ? Selain beribadah malam ? Yup, Internetan. Saya membuka twitter, tempat dimana semua orang yang memiliki akun sosial media itu bisa menjadi apa saja. Utamanya komentator.

Sekrol timeline, menemukan retwittan salah satu teman, isinya begini "Tak ada yang lebih menyedihkan dari perpisahan tanpa keinginan". Yang belakangan saya tahu, ternyata dari http://kumpulanspasi.wordpress.com/. Tiba- tiba, pikiran saya langsung tertuju pada kabar dari seorang teman yang baru saja melaksanakan pernikahan. Senang mendengarnya, apalagi saya tau mereka sudah menjalin hubungan lebih dari 6 tahun, lika- liku hubungannya, dan dengan segala perbedaan.

Dulu, sempat bertanya- tanya, apakah mereka bisa menyatu, padahal ada sekat diantara mereka, iya sekat itu namanya agama. Cuma karena membaca twitt tersebut, pikiran saya bisa sampai kemana- mana, teringat ini itu. Waktu itu, dalam suatu diskusi bersama alm. Chandra, kami membicarakan tentang hubungan teman kami tersebut. Bagaimana nantinya jika mereka tidak jadi satu dalam artian menikah, gimana sakitnya kalau dipisahkan cuma karena perbedaan. Sakitnya ? Jangan tanya, sudah pasti dimana- mana.

Ternyata, kemarin, terdengar kabar mereka sudah menikah. :))

so, happy wedding ya!

Entah apapun prosesinya, aku turut bahagia.


Komentar

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame