Senin, Oktober 24, 2016

Melihat Batam dari "Cabuci" Kafe Bukit Cinta

  2 comments    
categories: 
"Kenapa ya kalau di kota, bintang itu gak kelihatan? Apa kalah pijarnya sama lampu-lampu?" 

"bintang itu ibarat jenis lampu yang paling lemah wattnya, dia gak bisa berpijar sekuat matahari"


"terus gimana bisa aku lihat bintang kalau di kota?"


"anggap aja lampu-lampu itu bintang, beres kan? Kita harus pandai lihat alternatif, masa cuma fokus sama satu hal aja, terus kalau yang kita inginkan gak ada, kita langsung give up gitu? gak boleh lah"


Maka, jika kamu mengenal saya dan berpikir saya tipe orang yang gak mudah bete dengan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi, dari seseorang itulah saya belajar.


______________________________________________________

Malam itu, keinginan untuk lihat bintang akhirnya diwujudkan oleh salah seorang teman yang stay di Batam, awalnya saya pikir mungkin kami akan pergi ke Tanjung Uma (daerah seperti Paralayang Batu, Malang) yang kita bisa melihat banyak lampu kota dari ketinggian.

"Kita mau pergi ke Tanjung Uma, ya?"

"R a h a s i a", jawabnya.

Oh okelah, setelah ngobrol ini itu akhirnya kami sampai di Cabuci atau Kafe Bukit Cinta. Alamak, ngapain pergi ke kafe yang notabene buat orang pacaran gini, mana suasananya remang-remang. Tapi, pas udah lihat view ini saya langsung langsung jatuh cinta.

Kafenya memang agak gelap karena memang pengelola sepertinya pengen memunculkan kesan romantis, lampu-lampu temaran berwarna oranye yang soft dan disetiap meja tersedia lampu 'ublik' yang menambah kesan dramatis.

Soal menu, cabuci punya banyak pilihan makanan dan minuman. Mulai makanan yang berat sampai yang ringan seperti jagung bakar. Untuk menu minuman saya rasa hampir sama dengan tempat lainnya, jus buah, teh obeng, dan beer. Oh, jangan kaget kalau disetiap cafe di Batam ini menyediakan menu beer secara bebas.


[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]
[view Lubuk Baja dan sekitarnya dari Cabuci]2
Kafe ini cocok banget buat yang pengen santai-santai manja, minum kopi sambil menikmati pemandangan dan semilir angin Batam. Lokasi Cabuci pun strategis karena berada di pinggir jalan raya. Jadi, kapan mau ke sini?

Jalan Yos Sudarso, Kampung Pelita, Lubuk Baja, Batam, Kepri 29444

 

~Silviana
Thankyou
XOXO

Jumat, Oktober 21, 2016

Mengejar Matahari Tenggelam di Bukit Telkom Sekupang

  10 comments    
categories: 

Sore itu sepulang kantor hari Sabtu, tepatnya dua minggu yang lalu saya pergi bersama teman untuk menikmati senja di Bukit Telkom, Sekupang. Ini pertama kalinya saya pergi berkunjung dan langsung amaze sama keindahannya. Sumpah, saya seperti menemukan markas rahasia kedua setelah ruang belakang podium di SMP dulu.

Jadi lokasinya itu jauh sama pemukiman, dinamakan bukit telkom karena didekat tempat saya foto itu ada kantor Telkom. Ada 2 bangunan besar, sisi kiri dan kanan. Sisi kiri adalah tabung air berukuran raksasa yang terbuat dari seng (semacam tandon air) berwarna biru kombinasi putih dan sebelah kiri merupakan bekas gudang atau apalah saya gak paham juga. Untuk naik ke atas kita harus memanjat tangga besi terlebih dahulu, beh berasa kayak petualangan beneran gak sih? hehe. Nah, begitu sampai di atas bangunan ini, kita bisa melihat pemandangan Batam dari berbagai sisi. Batam Kota, Belakang Padang, Sekupang, dan Singapura! Ya, Singapura terasa dekat sekali. Memang bagian Singapura mana yang terlihat ? Itu loh Marina Bay Sands. 

Selain pemandangan yang indah, suasananya juga tenang dan damai sekali. Rupanya Batam tidak terlalu buruk untuk tempat singgah sejenak. Ohya, sayangnya sore itu mataharinya malu-malu dia sembunyi dibalik awan hitam pekat. 



[ada sokle]
~Silviana

Rabu, Oktober 19, 2016

Cara Mudah Membuat Paspor di Kantor Imigrasi

  19 comments    
categories: 
canva.com
"Wah, Silvi di Batam ya sekarang. Deket banget dong sama Singapur?"

"Sil, minta pendapat dong, kalau aku ke Singapur, tapi berangkat dari Surabaya enaknya via Batam atau langsung aja?"

Fiuh. Oke. Batam memang deket banget sama Singapura, kabarnya sih nyeberang pakai ferry gak sampai satu jam perjalanan. Batam dan Singapura itu ibaratnya cuma selemparan Batu aja sudah sampai, loh. Tapi sayangnya sampai sekarang saya belum ada kesempatan untuk menginjakkan kaki di sana. 

HAH? KENAPA? KAN SUDAH DEKET BANGET TUH!

Iya, iya dia emang deket. Tapi masalahnya sampai tulisan ini terbit, saya belum ada pegang paspor. *sad*. Padahal, keinginan pergi berkunjung ke negara anggota ASEAN pernah saya tulis saat kelas V SD, saat itu bu Siti guru IPS bercerita tentang ASEAN, ditambah lagi saat tahun 2013 saya ikut meramaikan acara ABFI— ASEAN Blogger Festival Indonesia yang diadakan di Solo, itu adalah momen di mana untuk pertama kalinya saya berjumpa dengan blogger dari negara lain, anggota ASEAN.


Keinginan untuk pergi ke luar negeri, makin besar namun perlahan pupus dan terlupa. Rasanya semacam mustahil saja, apalagi saat itu masih kuliah, gak punya penghasilan, mimpinya besar. Ah, apalah. Tapi, meski terlupa tetap ada terselip doa supaya bisa terwujud keinginannya.


Lalu, nasib bawa saya ke Batam— untuk bekerja. Ini artinya ultra rejeki, soalnya Singapura, Malaysia, Filipina, dan lainnya semakin dekat dengan kaki ini. Jadilah akhirnya, kemarin saya buat paspor. 

Haha. Asli, intronya panjang ya. 

Oke, ternyata bikin paspor itu mudah sekali. Tanpa ribet, tanpa calo, asal kuncinya satu aja, sabar. Tepatnya 2 minggu yang lalu, saya coba searching soal tata cara pembuatan paspor di Batam, karena sebelumnya beredar kabar kalau gak punya KTP Batam atau KTP dimana kita tinggal sekarang ini khusus— yang merantau seperti saya, gak bisa bikin paspor di lain daerah. Maka segala pengurusan dokumen pemerintahan prosesnya akan susah, ribet, dipersulit, dan lama. 

Dalam benak saya, apa gunanya e-ktp nih kalau segala tetek bengek pengurusan dokumen birokrasinya masih dipersulit gini? hmm. Sebagai manusia yang tidak mudah menyerah dengan keadaan, tiap malam *lebay, saya searching cari informasi soal pengurusan paspor di Batam, segala keyword saya coba. Mulai dari yang standar "Cara Membuat Paspor", sampai yang spesifik "Cara membuat pasopor tapi tidak punya ktp batam". Alhamdulillah, google yang mengklaim dirinya maha tahu ini akhirnya kasih jawaban. 
Isu yang beredar bahwa pemilik E-KTP luar Batam, tak bisa bikin paspor di Imigrasi Batam. Ternyata salah. Sejak E-KTP diberlakukan, di manapun di Indonesia kita bisa bikin paspor.
Bapak Dewa, Kepala Biro Humas Kantor Imigrasi Batam, Kamis siang 19 Maret 2015. “Bisa. Sejak tahun 2006 Pemerintah sudah menetapkan bahwa setiap warga negara Indonesia dapat mengajukan permohonan pembuatan Paspor di seluruh Kantor Imigrasi yang ada di seluruh Indonesia. Asalkan ada E-KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki menunjukkan kesamaan domisili. Tidak bertolak belakang satu sama lain,” katanya.

Sumber : http://infokotabatam.com/bikin-paspor-di-imigrasi-batam-tanpa-ktp-batam-bisa-kok/

Wah lega sekali rasanya. Kemudian saya mulai mengumpulkan syarat yang diperlukan, seperti ;

  1. KTP;
  2. Kartu Keluarga;
  3. Akta Kelahiran/ Ijazah/ Buku Nikah (bagi yang sudah menikah);
  4. Paspor lama (jika ingin perpanjangan);
  5. Surat Keterangan Domisili, bagi yang merantau. Bisa didapatkan di keluarahan setempat;
  6. Materai 6000 dan bolpoin tinta hitam.
Semua dokumen asli dibawa dan di copy (siapkan masing-masing 2 lembar, khusus untuk KTP diperbesar tidak bolak balik, jadi 1 lembar A4 itu dibiarkan utuh jangan dipotong). 

Oke semua sudah siap, sebelum itu saya menelepon terlebih dahulu ke kantor imigrasi Belakang Padang, kenapa kok di sana? tidak di Batam Kota saja. Fyi, untuk menuju Belakang Padang kita harus naik perahu terlebih dahulu karena berada di lain pulau dengan Batam. Ohya, alasan ingin membuat paspor di Belakang Padang karena rekomendasi dari teman, katanya di sana lebih sepi daripada di Batam Kota. 

Jadilah saya menghubungi kantor imigrasi Belakang Padang via telepon untuk memastikan persyaratan dan bisa atau tidaknya membuat paspor meski tidak memiliki KTP Batam. Saat itu yang menjawab telepon saya seorang bapak-bapak.

saya :"Halo, selamat pagi betul dengan kantor imigrasi Belakang Padang?"

petugas imigrasi : "Iya betul, dengan siapa dimana?".

saya :"Silviana di Batam, pak saya mau tanya nih. Saya mau buat paspor di Belakang Padang tapi ga ada KTP Batam, bisa kan ya?"

petugas imigrasi : "Kamu asalnya mana?"

saya :"Surabaya Jatim pak"

petugas imigrasi : Ngapain kamu bikin di sini? Ya bikinlah dikampungmu sana"

saya : "Emmm.. Jadi gak ada solusi nih pak?"

petugas imigasi : "Ya solusinya itu tadi kamu buat aja di kampungmu, nanti kamu kalau buat di sini lama prosesnya karena harus verivikasi ini itu, bisa-bisa 1 bulan baru jadi".

saya : "ktp saya udah e-ktp sih pak, masih gak bisa ya? Solusi lain misal saya pakai keterangan domisili gitu tetap gak bisa?"

petugas imigasi : "Ya kamu ini gimana, tadi sudah saya jelaskan kalau prosesnya bakalan lama, kamu kan maunya cepat kan".

saya : "Oke-oke kalau gitu. Terimakasih ya pak, selamat pagi"

kemudian telepon ditutup. Sayangnya, saya lupa gak tanya nama si bapak ini siapa.

Gondok gak tuh ? Hahaha. Asli gondok banget waktu itu. Sampai saya memastikan ke temen kantor saya kalau KTP saya ini udah e-ktp atau belum.

Tak berselang lama, saya coba telepon ke kantor imigrasi Batam Kota, sekali, dua kali, tiga kali delay. Coba telepon lagi tapi yang jawab operator. Ugh. Setelah makan siang coba hubungi lagi rupanya diangkat. Pertanyaan yang sama, bisa gak ya bikin paspor di imigrasi Batam tapi gak punya ktp Batam? Jawabannya solutif sekali. Haha. 

petugas imigrasi Batam Kota : "Bisa bu Silviana, silakan bawa kelengkapan dokumen asli dan urus domisili dari kelurahan. Kami buka pukul sekian sekian untuk pengambilan antrean buka pukul 7.30-10.00".

saya : "wah, Terimakasih ya. Maaf ini saya bicara dengan siapa?"

petugas imigrasi Batam Kota :"Saya Eka, ibu. Kami tunggu kedatangannya di kantor imigrasi"

Beh. Girang seketika. Haha.

Seminggu setelahnya, tepatnya hari Senin kemarin, saya datang ke kantor imigrasi di Jalan Engku Putri no. 3 Batam Centre, datang pukul 08.00 dan antreannya luar biasa. Padahal untuk verifikasi data dan pengambilan nomor antrean hanya dibuka 2,5 jam saja. Melihat kondisi yang tidak memungkinkan untuk ikut antre, lagipula saat itu saya belum foto copy berkas apapun, jadinya Senin itu saya cuma cek ombak aja. Setelah bertanya ini itu di bagian help desk saya mulai pergi foto copy di kantor Pemko— Pemerintah kota Batam yang bersebelahan dengan kantor imigrasi. Tapi, dia buka pukul 09.00 wak. Kelihatan kalau malas ya. Hehe. 

Bilang aja mau buat urus paspor, lalu abang foto copynya sudah langsung paham. "Duaribu rupiah, kak". Oke, setelah bayar saya pergi nonton Ada Cinta di SMA, sendirian. 

Besoknya saya pergi ke imigrasi lagi, berangkat dari rumah pukul 06.00, mampir beli sarapan di RM. Vege dulu untuk bekal. Oke, kantornya belum buka dan antrean sudah mengular. 


[dok : foto pribadi]
Tapi antrean diluar ini tidak dihitung sebagai antrean resmi, hanya kesepakatan tak tertulis saja dari para pemohon, begitu pintu gerbang kantor imigrasi dibuka, nah siap-siap aja deh ketemu manusia-manusia sadis nan bar-bar. Haha. Seruduk sana-sini tanpa kompromi, pokoknya bar-bar deh. ew.


[dok : foto pribadi]
Maka dari itu, karena saya tahu kalau antrean diluar ini tidak dihitung sebagai antre resmi, otomatis saya gak ikut masuk dibarisan. Tapi begitu kantor buka, disitu kita harus pandai ambil celah. Haha. Beruntung gak ikutan desak-desakan saat masuk kantor imigrasi, tapi pas udah antre didalam untuk verifikasi berkas dan ambil nomor, desak-desakan kembali terjadi, ya wajar sih mereka merasa datang lebih awal tapi kok dapat antrean belakang. Sempat ada ibu-ibu yang protes tapi dibungkus dengan kata memberi saran ke petugas dengan bahasa Melayu kental. Mau saya ketik di sini saya udah agak lupa kata-kata persisnya. 


[dok : foto pribadi]
Setelah menunggu agak lama, akhirnya giliran saya untuk verifikasi berkas, setelah dicek untuk kelengkapan dokumen, kita ditanya mau bikin paspor baru atau perpanjangan, jika buat baru mau yang 24 halaman atau 48 halaman. Sudah selesai, kita diminta untuk mengeja nama perhuruf untuk mengambil nomor antrean dan diberi map warna kuning berisi form pendaftaran dan berkas foto copy milik kita. Saya datang pukul 06.00 dapat antrean nomor 2-063 untuk foto dan wawancara. 


[dok : foto pribadi]
Sudah oke semua lalu saya ambil posisi di help desk untuk isi form, cuma ada 2 lembar saja, form pernyataan dan form identitas diri. Semua diisi dengan huruf kapital dan sesuai dengan data kita. Materai diperlukan untuk ditempel di form pernyataan, ohya nempelnya jangan pakai ludah ya kalau memang tidak ada lem, kita bisa pakai air biasa. Jika sudah selesai maka tinggal tunggu nomor antrean kita dipanggil. Sambil menunggu saya pakai untuk sarapan bekal. 
[dok : foto pribadi]
Sekitar 1 jam kemudian pukul 10.30, nomor 2-063 dipanggil untuk menuju counter 5, imigrasi Batam punya 10 counter untuk foto dan wawancara. Lumayan banyak untuk ukuran kantor yang tidak terlalu besar. 

Setelah menyerahkan berkas, petugas akan meminta berkas asli, lalu biarkan dia melakukan tugasnya mencocokkan data diri kita, sebetulnya yang diperhatikan adalah kesesuaian nama dan tanggal lahir, mulai dari KTP dengan Akta lahir, ktp dengan ijazah, ktp dengan KK, pokoknya nama dan tanggal lahir yang diutak-atik. Ssetelah itu kita akan banyak ditanya-tanya mengenai identitas diri, nama, alamat, tanggal lahir, tinggi badan, nama ayah, nama ibu, pekerjaan, dll.

Sudah selesai di petugas 1, kita diminta untuk bergeser ke petugas 2 untuk foto dan wawancara. Pertanyaan hampir sama mengenai identitas diri dan pertanyaan standar macam di perantauan ikut dengan siapa, bekerja dimana, tujuan buat paspor untuk apa, mau pergi kemana, dan udah punya pacar atau belum. Oke, pertanyaan terakhir memang candaan dari petugasnya, apalagi mereka boleh juga sih soalnya ganteng-ganteng friendly. Oke lanjut foto diri, di sini karena saya pakai kacamata maka harus dilepas. Saya kurang suka nih, karena pasti hasil fotonya jelek karena mata saya jadi sayu. 
Saat wawancara tak perlu gugup, santai saja.

Selesai semua kita lanjut diberi slip untuk tagihan bank. Saya memilih paspor 48 halaman maka total semuanya Rp. 355.000, paspor bisa diambil 4 hari setelah melakukan pembayaran. Sepulang dari imigrasi saya langsung pergi bank untuk melakukan transaksi, jadi kemungkinan Senin depan paspor saya sudah siap untuk diambil. 

Prosesnya mudah asal dokumen kita lengkap dan kita sabar. Sebelum menutup postingan panjang ini, ada sedikit tips untuk yang mau buat paspor baru, simak ya!
  1. Lengkapi dokumen yang diperlukan, kalau perlu searching sebanyak-banyaknya. Lebih baik ribut diawal kan daripada waktu kita mau urus harus bolak-balik pergi menyiapkan ini-itu, selain buang waktu juga buang tenaga. Persiapan matang itu penting sekali;
  2. Pakai baju formal dan sopan. Pakai celana/ rok panjang, dan bersepatu— ini penting sekali karena kalau kita datang pakai sendal jepit siap-siap disuruh pulang.
  3. Dandan lah wahai perempuan! Ini kesalahan fatal saya, gara-gara baca informasi di blog seseorang yang katanya kita harus datang 3 kali ke kantor imigrasi— pertama saat menyerahkan berkas, kedua foto dan wawancara, ketiga ambil paspor, maka saya gak siap dandan, gak bawa gincu, pokoknya seadanya banget T_T, ternyata sehari bisa kelar semuanya;
  4. Urus semuanya sendiri, jangan pakai calo. Ini penting sekali, selain biaya yang harus kita keluarkan berlipat ganda, kepuasan mengurus dokumen secara mandiri kan bisa jadi kebanggaan tho. Kemarin sih saya ada tanya ke orang yang pakai jasa calo, katanya total biaya yang harus dia keluarkan adalan Rp 800.000, padahal kalau urus sendiri cukup dengan Rp. 370.000 saja. Nah loh, sisanya kan bisa buat beli tiket kapal ferry ke Singapura, udah PP pula ye kan— tapi ini optional sih ya, masing-masing aja; 
  5. Sabar dan jangan baper, soalnya di tempat umum seperti ini kalian bakalan mendengar berbagai macam omongan dan perlakuan. Dibawa nothing to lose aja, santai dan lemesin aja shay.
Sudah ya, cukup segitu dulu. Ini postingannya panjang sekali semoga gak bosan bacanya.

Thankyou.
XOXO



Sabtu, Oktober 15, 2016

Kenangan Tentang Iqbal Rois Kaimudin

Flashback 5 bulan yang lalu.

Tepatnya bulan Mei, saya sampai di Batam dengan rasa penuh keharuan. Alamak, saya anak rumahan yang gak pernah merantau pergi dari tanah Jawa akhirnya sampai di Batam, di Sumatera. Saya memulai kehidupan baru di tempat yang baru juga, banyak yang harus saya sesuaikan, mulai dari kondisi pikiran dan mental, lingkungan, suasana, kebiasaan, hingga pertemanan. 

Seperti yang kita tahu, Batam adalah tempat transit segala umat dari Sabang sampai Merauke, setelah kota besar di Jawa, misalnya Jakarta. Mulai dari masyarakat pribumi dan non pribumi, berbagai macam suku dan agama, berbagai macam jenis muka dan watak. Shock? jelas. Batam yang keras ini tentu berbeda dengan Kediri atau Malang, ya setidaknya di Jawa kita masih mengenal negosiasi dan kompromi yang halus dan lembut. Kalau di Batam? nyenggol aja bisa panjang urusannya. 

Tapi saya selalu percaya dengan quote ini "orang baik, pasti akan berjumpa dengan orang baik". Benar saja, saya dipertemukan dengan teman-teman Blogger Kepri yang wow! luar biasa welcome dengan anak bawang yang baru belajar merantau ini. Singkat cerita setelah join dengan grup di facebook dan  whatsapp, saya diajak dan diberi kesempatan untuk ikut mendaftar acara corporate gathering di Pacific Palace, kebetulan pihak penyelenggara mengundang Blogger Kepri. 


Baca : Wisata Rasa di Corporate Gathering Pacific Palace Hotel

Sepulang dari acara, kami berkumpul dan teh Lina memulai pembicaraan mengenai kak Iqbal, disitulah pertama kalinya saya mengenal namanya. Teh Lina bercerita mengenai kak Iqbal yang sedang sakit dan berencana untuk bersama-sama pergi menjenguk.  

Kedua kalinya, saya diajak untuk buka bersama oleh Teh Lina di Da Vienna, dan masih bersama teman-teman Blogger Kepri yang lain. Saat itu, saya masih unda-undi mau berangkat atau tidak, karena selain masih takut saya juga belum terbiasa dengan lingkungan di Batam (yang saat itu sedang ramai dengan kasus gadis hilang). Tidak mau kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan anggota Blogger Kepri yang lain, saya memberanikan diri untuk minta izin pada bulek dan boleh. Oke, setelah izin di dapat, ganti saya pusing dengan transportasi ke lokasi. 

Oom saya tak mungkin mengantar karena sedang repot, ah memang keberuntungan saya karena 3 hari sebelum acara kiriman paket voucher taksi saya datang, jadinya gak worry dan gak bingung untuk berangkat ke Da Vienna. Tapi ada masalah baru, voucher itu habis di sekali jalan saja. Maklum saat saya berangkat Batam sedang ramai-ramainya orang pulang kantor, dalam kebingungan saya itu, saya mulai lempar isu di grup untuk minta pendapat transportasi yang aman untuk anak gadis di malam hari. Tanpa saya duga, kak Iqbal langsung japri saya, kasih nomor ojek cewek di Batam. Obrolan kami berlanjut karena kak Iqbal rupanya pernah kursus di Pare dan saya sempat kaget karena beliau bisa bahasa Jawa. Haha, saya memang norak, gak tau kenapa selalu bahagia kalau ketemu orang ngomong Jawa di Batam ini. 

Sejak rekomendasi ojek itu, saya sering dikasih saran sama kak Iqbal ketika teman-teman Blogger Kepri ada acara, "Silvi ikut aja, ini acaranya seru", atau "Sil, itu jauh tempatnya, saranku gak usah ikutan". Dalam obrolan kami yang tidak sering itu, ada harapan dan doa saya untuk bisa berjumpa. 

"Kak, kalau dah sehat kita kopdaran ya! Kita kan belum pernah ketemuan"

"Iya Sil, aamiin, doain aku terus ya". 
 
Lalu, saya mengikuti perkembangannya melalui tulisan-tulisan di blog dan facebooknya. Mengenai perkembangan sakitnya, kelucuan Adeeva gadis kecilnya, dan keluarganya. Salut banget, soalnya meskipun dalam keadaan yang sedang berjuang melawat sakitnya, beliau masih aktif menulis di blognya www.jalankemanagitu.com. 

Saya aja yang sehat, lihat blog ini, lama tak terjamah. Ugh, malu.

Beberapa hari yang lalu, beberapa teman Blogger Kepri menjenguk kak Iqbal di RS Awal Bross Batam, sayapun ada niatan untuk ikut bergabung, sayangnya saat itu di kantor sedang ada audit Notaris sehingga saya tak bisa ikut datang. Harusnya, itu adalah kesempatan terakhir saya bertemu kak Iqbal. 

Jumat, 14 Oktober 2016, saya membaca pesan whatsapp dari teman-teman BK, Innalilahi wa innailaihi rojiun, kak Iqbal sudah diangkat penyakitnya, sudah tidak ada rasa sakit lagi. Rupanya, Tuhan memang gak kasih saya kesempatan untuk berjumpa dan berjabat tangan dengan kak Iqbal. 
Sedih rasanya, karena pertemuan kami untuk yang pertama dan terakhir kalinya adalah saat saya harus mengantarnya ke peristirahatan terakhir. 

Memang tak banyak kenangan tentangmu kak, tapi aku bersyukur karena pernah mengenal orang sebaik kak Iqbal. Insya Allah, khusnul khotimah. 


(source: FB Dian Radiata)
Teriring doa terbaik dari kami semua untukmu.

Al Faatihah.

Minggu, Oktober 02, 2016

Long Distance Relationship itu SUSAH, ya!

Hubungan jarak jauh. Kondisi yang gak tau kenapa rasanya susah banget dijalani. Apalagi kalau yang jalani masih sama-sama egonya tinggi.

Keputusanku untuk pergi ke Batam beberapa bulan yang lalu rupanya jadi titik balik semua kehidupanku, di Jawa. Aku di sini bertemu dengan teman baru, mulai sibuk dengan kehidupan baru dan rupanya bikin aku khilaf sampai akhirnya komunikasi dengan "mu" mulai berkurang bahkan bisa dihitung berapa kali dalam seminggu. 

Dulunya tiap hari komunikasi, sekarang jadi sehari cuma sekali atau bahkan ga pernah sama sekali. Hubungan diperburuk dengan pikiran negatif masing-masing. Mulai gak percaya dan sedikit-sedikit ngomong jenuh. Semua obrolan rasanya jadi salah, gak pernah klop lagi. 

Nggak tau ini masih bisa berlanjut atau nggak, yang jelas ldr itu banyak susahnya. 

°°°°° sayup-sayup kepejet lagu Kodaline- Love Will Set You Free di kaset CD°°°°°

Senin, September 26, 2016

Melepas Senja di Barelang

  5 comments    
categories: 

Waktu berjalan atau bahkan berlari terus tanpa pernah mempedulikan apa yang kita lakukan. Baik ataupun buruk. Kadang, ada rasa sedih yang mendalam saat satu hari hanya stuck di satu kegiatan atau pekerjaan yang itu-itu saja. Itulah kenapa filsuf bilang, kita tidak pernah punya daya dan upaya untuk memutar waktu. Makanya manfaatkan waktumu sebaik mungkin. 


Senja itu menyajikan keindahan yang semu, momennya sebentar sekali, tapi juga berbekas sekali. 

Lokasi : Jembatan I Barelang, Batam, Indonesia. 

Selasa, September 20, 2016

Menikmati Kedamaian di Pa Auk Tawya Vipassanā Dhura Hermitage Pulau Rempang

  6 comments    
categories: 
Alhamdulillah, bekerjalah sesuai porsi dan jangan lupa liburan sebanyak-banyaknya. Soalnya, inspirasi, pikiran fresh, dan hati tenang bukan didapatkan dari tempat kerja, melainkan liburan (liburan : berhenti sejenak dari rutinitas yang menjemukan, bisa jadi jalan-jalan atau berdoa kepada Tuhan). #sadis. Udah kayak nyai-nyai belum? hehehe.

Minggu kemarin, punya kesempatan lagi untuk berjumpa dan main dengan teman. Setelah obrolan yang agak eyel-eyelan akhirnya diputuskan untuk jalan-jalan ke pulau. Pukul 10.00 Waktu Indonesia Batam, yang lagi panas ampun-ampunan, kami berangkat menuju pulau. Tujuan utama kami sebenernya cuma mau menikmati sore di Jembatan Barelang. Rupanya setelah googling ada tempat asyik, namanya Pa Auk Tawya. Sejenis Vihara yang berada di pulau Rempang, vihara ini dihuni oleh para biksu.

Baca juga : Menikmati Megahnya Barelang Bridge 

Lokasi Pa Auk Tawya ada diantara jembatan 3 dan jembatan 4, letaknya ada di kanan jalan, selain itu ada papan informasi yang menunjukkan arah vihara.



Track menuju lokasi masih tanah dan belum di aspal, intinya jalannya belum bagus. Waktu kami masuk gerbang vihara, ada 2 penjaga yang badannya kekar dan muka keras, salah satu dari kami minta izin untuk masuk. Portal dibuka dan oom nya berpesan "hati-hati ya masuknya"

Awalnya saya ragu, vihara ini lokasinya jauh di atas bukit, perjalanan menuju bukitnya pun masih didominasi hutan dan tracknya masih kayak off road gitu lho. Ini kalau kami dibegal bakal kayak gimana? Astaghfirullah. Buru-buru saya buang jauh pikiran negatif dan hampir sempat ajak balek aja. Tapi, kawan saya meyakinkan kalau semua bakalan baik-baik saja.

Bangunan vihara sudah terlihat, artinya kami hampir sampai. Namun, ditengah perjalanan kami dihadang oleh kapal keruk, rupanya inilah inti dari pesan oom penjaga portal. Kami harus hati-hati karena ada pengerjaan untuk pembangunan jalan.


Perbaikan jalan.
Tangga kehidupan.
Xiaoshing, katanya. 
Gong!!!
Tidak ada tiket masuk untuk bisa berkunjung ke Pa Auk Tawya, hanya saja kita harus tenang dan tidak boleh gaduh, karena banyak Bhantes yang melakukan meditasi dan menuntut ilmu di tempat ini, selain itu ada beberapa lokasi yang memang privat dan hanya boleh dimasuki oleh kalangan tertentu. Jadi kita harus menghormati aturan-aturan ini. 


Bodhi tree
Vihara ini lokasinya di atas bukit, dikelilingi pepohonan dan menghadap ke laut lepas. Kebayang kalau tinggal di sini, bakalan awet muda kayaknya ya soalnya jauh dari riuh rendah kota yang sibuk. 

Buat kamu yang mau datang ke Vihara ini, tipsnya jangan datang di waktu siang karena selain panas, vihara juga ramai pengunjung. Kemarin saya datang sekitar pukul 11, berasa kayak pulau pribadi gitu karena masih sepi banget. Tapi  pas kami pulang dari vihara sekitar pukul 14.00, suasananya udah kayak pasar. Nah, kalau datang terlalu sore juga jangan ya, soalnya portalnya gak akan dibuka lagi sama penjaganya. 

Saya udah mampir ke Xiaoshingnya pulau Rempang. Lalu perjalanan kami lanjutkan ke pulau Galang, menyusuri Ex Camp Vietnam dan pulangnya menikmati sunset di Jembatan Barelang. Tapi mendingan ditulis di post selanjutnya aja kali ya, biar rajin ngeblog lagi hehe.

Baca juga : Jelajah Ex Camp Vietnam di Pulau Galang Batam

Lokasi Vihara:
Barelang Jembatan ke 4 (tepat 8 km dari jembatan 4 langsung belok kanan dan naik ke atas)
Pulau Rempang- Batam



Silviana~

Senin, September 12, 2016

D’JAKARTA, dari Anniesa Hasibuan untuk Dunia

  1 comment    
categories: 
Bicara Anniesa Hasibuan atau AH pasti udah langsung bisa nebak ini postingan mau dibawa kemana. Eh, tapi kalian udah pada tahu kan siapa AH? Ya betul, designer cantik dari Indonesia yang karyanya mendunia.


Nah, dua hari ini timeline saya penuh dengan hastagh #NYFW dari semua akun sosial media milik mama Bo et Obi.  Tentu saya penasaran dong ya, apa sih NYFW kok sampai booming banget.


Ternyata bulan September ini di New York, negara bagian Amerika Serikat yang mana menjadi kiblat fashion dunia, sedang melangsungkan acara super duper bergengsi, yaitu New York Fashion Week. Acara tahunan yang sudah dihelat sejak tahun 1943 ini memberi kesempatan untuk para designer di seluruh dunia untuk memamerkan karya-karyanya.


nyfw.com


Kali ini di New York Fashion Week Spring/ Summer 2017, Anniesa Hasibuan ikut serta memamerkan puluhan koleksinya. Dengan mengambil tema D’JAKARTA, yes! Jakarta ibu kota Indonesia. AH terinspirasi dari kehidupan masyarakat Jakarta yang datang dari berbagai daerah dan bermacam suku. Sehingga menciptakan mode fashion yang beragam, berbeda dan unik. Karena itulah AH ingin menunjukkan pada dunia fashion internasional tentang keunikan ini. Mengusung konsep modest wear mix and match, sehingga cocok digunakan oleh siapapun.


Ada 48 koleksi busana Anniesa Hasibuan yang akan dipamerkan di NYFW, 38 ready to wear dan 10 evening dress. AH mengambil motif ikat dan batik dengan tekhnik printing, sehingga koleksi AH mempunyai ciri khas dan tentu menunjukkan kalau Indonesia punya. Warna busana yang dipilih adalah warna earthy, seperti coklat dengan kombinasi hijau, gold, dan peach yang tentu menambah kesan elegan.


Koleksi AH akan dibawakan oleh 23 model terpilih yang telah diseleksi oleh tim Wardah, Indonesian Creative Hub (ICH), serta EO reami NYFW 2017 LDJ Productions.


Selain busana yang elegan, Anniesa Hasibuan menggandeng salah satu produk kecantikan WARDAH, sebuah brand kecantikan yang bersertifikat halal ini juga memberikan dukungan terhadap perhelatan seluruh koleksi Anniesa Hasibuan yang sudah menjadi bagian kalender resmi di New York Fashion Week Spring/ Summer 2017 dengan  menjadi official make up partner.


Wardah di NYFW ini akan menampilkan make up flawless yang mencerminkan wanita anggun dan cantik. Namun, poin kesederhanaan juga ditonjolkan, karena kali ini Wardah ingin menunjukkan bahwa tidak perlu menor untuk menjadi cantik. Wardah percaya, meskipun dengan make up sederhana inner beauty tetap terpancar dari mata dan senyuman seorang wanita. Yas! Industri mode dan kecantikan memang dua hal yang tidak dapat dipisahkan.



D’JAKARTA, Anniesa Hasibuan akan hadir tanggal 12 September 2016 digelar di The Dock, Skylight Moynihan Station NY. Pukul 8 waktu bagian New York City.
Acara ini tidak terbuka untuk umum, karena hanya dapat ditonton oleh mereka yang memiliki undangan resmi.


Wow! Hebat Anniesa Hasibuan. Terus maju membawa nama Indonesia ke kancah internasional. Menurut saya, koleksi dan label AH memang sudah layak untuk dibawa dan dipamerkan di ajang bergengsi sekelas New York Fashion Week, karena memang setiap rancangan yang dibuat oleh AH sangay cantik, khas, dan fully details.


Ah. Semoga bisa punya kesempatan melihat langsung perhelatan megah ini. Kalau sekarang sih, ngikuti via instagram @anniesahasibuan dan mba @insav dulu deh ya. 

Go Go ANNIESA HASIBUAN for NYFW!
________________________________________
Wow.

#Repost @insav with @repostapp
・・・
Anniesa Hasibuan is back to NYC with D'JAKARTA, the latest collection depicting colorful and vibrant world of this cosmopolitan city. 🗽🗽🗽🗽🗽 Look who's here to rock the Big Apple
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
Anniesa Hasibuan and her Team is here in New York, beautiful people!

Proudly presenting D'JAKARTA, better get yourself ready for another amazing collection from @anniesahasibuan
Only on New York Fashion Week The Show Spring/Summer 2017 Collections 😍😍😍
at The Dock, Skylight Moynihan Station NY, 8 PM, September 12, 2016

For further information and details, click this link http://nyfw.com/nyfw-the-shows-september-2016.pdf

Sponsored by @wardahbeauty @indonesiancreativehub @wolipop
Wish us luck 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 #AHNYFWXWardah
#AnniesaHasibuan #AHforNYFW #AHdjakarta #DJakarta #NYFW
#NYFWtheshow #NewYorkFashionWeek
#NYFW #AnniesaHasibuanOfficial #AnniesaHasibuanDaily
#wardahgoestonewyork
#cantikdarihati
#teamAHxwardah
#AnniesaHasibuanXWardah

Senin, September 05, 2016

Agrowisata Petik Jambu Biji Marina Batam

  3 comments    
categories: 
Libur tlah tiba, hatiiku gembira. Akhirnya, weekend datang juga, ini artinya Sabtu pulang kantor dan hari Minggu bisa tidur seharian tanpa ada yang mengganggu. Ah bahagianya, akhirnya bisa melepas sedikit beban enam hari kerja.

Tapi rencana tinggal rencana, Sabtu sepulang kantor iseng cek instagram, ternyata ada notif dari teman yang dulu pernah kenal di Taman Baca Mahanani Kediri, dan bukan kebetulan ternyata dia asli Batam.

"Weee lepak, besok cemana? Pagi ya".

Ajakan main yang kesekian kalinya dari teman bernama Bayu, yang kesekian kalinya juga saya terus terusan kasih alasan gak bisa. Sampek dia sebut lepak. Lepak itu apa ya, kayak lemah gitu deh. Sering dipakai kalau orang udah jengkel sama sikap orang lain. Haha

Sebetulnya bukan saya gak mau ketemuan sama Bayu, tapi momennya aja yang kurang pas atau bisa jadi mungkin waktu itu pikiran saya belum terbuka dan saya terlalu over thinking. Orang kerja itu butuh piknik, bukan malah hari libur dipakai tiduran aja. Ini kayaknya gara-gara dulunya sering liburan sambil kerja, jadi gak kerasa aja lelahnya. Ops! 

Nah, gara-gara itu saya berani minta izin ke bulek dan oom untuk pergi bareng Bayu, Mira, dan Bibit. Janjian ketemuan di Mega Mall dan langsung cus pergi ke lokasi tujuan, Marina City.  
  

Marina City itu pantai, tanahnya ada dibawah penguasaan Harris Hotel & Resort (sumbernya dari mas-mas yang ada di petik Jambu). Selain pantai ada juga agrowisata petik jambu biji dan jambu madu. 

Lokasinya ada di Batu Aji dan track menuju agrowisata ini tuh adem banget, soalnya dominasi pepohonan hijau, lain banget sama Batam kota yang ehm panasnya ampun-ampunan. 

Ohya, penentuan lokasi tujuan ini rekomendasinya datang dari Mira, jadi karena udah ada yang pernah main ke sini, kami gak begitu worry. Selain itu malam sebelumnya saya juga googling untuk cari tahu seperti apa agrowisata ini. 

Not bad, kok. Seperti agrowisata pada umumnya, saat masuk dikenakan HTM dan tempat ini tiket masuknya masih termasuk terjangkau, cukup dengan 15K/ orang kami sudah dapat menikmati ratusan pohon jambu dan segelas jus jambu yang segar (ada pilihan jus lainnya, mangga dan buah naga merah juga). Tapi, ilmu tawar menawar harus tetep dipakai dong ya, kita berangkat 4 orang, bayar 60K. Lalu si Bayu dan Bibit nawar, boleh gak kalau 50K aja, ternyata gak boleh. Yaudah gak apa-apa. Eh ternyata Bibit gak putus asa, dia masih usaha minta gratis krupuk. Hihi memanglah ya.

[Proses negosiasi - nawar harga]
Sayangnya kami datang di waktu yang kurang tepat, terlalu siang dan pengap banget. Tapi karena niatnya untuk senang- senang yaudah dibawa senang aja. 


[Pintu masuk agrowisata]
[ 😂 - over kalsium]
[Menikmati jus jambu]
[Bibit, Mira, saya, Bayu]
[Swing together]
Setelah puas duduk dan bermain ayunan, kami mulai menjelajah area kebun, saking asyiknya saya dan Mira ketemu ular kecil dan reflek membuat bulu kuduk saya berdiri. 

Lokasi kebunnya luas banget lho, capek kalau mau jelajah seluruh areanya. Ohya kalau main sini ikuti aturannya ya, jangan seenaknya sendiri. Jika mengikuti wisata petik jambu, aturannya tidak boleh dimakan sebelum ditimbang. Harganya cukup terjangkau kok, 25K/kg kita udah bisa bawa pulang tuh jambu biji merah yang manis. 



[Kebayang seger dan manisnya]
Ah iya, meskipun sederhana lokasi agrowisata ini cukup ramai lho, banyak siswa sekolah ataupun perkumpulan organisasi dan komunitas yang datang, karena selain untuk resfreshing, kebun jambu ini juga dijadikan sarana edukasi tentang cara menanam bibit jambu, perawatan serta manfaat buah jambu. 

Wah seneng deh, hari libur bisa liburan sambil belajar. 

Lokasi :
Agrowisata Petik Jambu Marina
Tanjung Riau, Batam

~ pict by Andromax R2