Romantisan : Sepakat untuk Menikah

Gambar
Long time tidak curhat-curhat santai di blog. Rindu sebetulnya namun bingung untuk memulainya.  Selama ini saya menahan diri selama kurang lebihnya satu tahun untuk tidak upload tentang persiapan menikah ke sosial media. Bukan tidak mau membagikan cerita bahagia ya, hanya saja saya ingin teman-teman dunia maya tahu setelah semuanya benar-benar terjadi. Kalau boleh dibilang, setahun ternyata cepat sekali berlalu. Desember 2019 adalah bulan di mana saya mengirim pesan, bukan ajakan menikah atau minta untuk dinikahi ke orang yang jadi suami saya sekarang ini.  "Chal, bapak dan ibu sudah selesai urusan haji. Sepertinya setelah ini giliranku disuruh menikah" // "Minggu depan aku boleh ke Kediri? Kita bicara soal ini, ya" // Long story short, orangnya betulan datang ke Kediri. Tidak janjian untuk berjumpa di rumah, namun di Warkop Maspu. Di sana kami ngobrol santai-santai saja, bikin vlog cerita perjalanan kami singgah di beberapa tempat wisata (ternyata vlognya ga pernah

Mengenang Masa Kecil II

Foto bersama di toko baru

Ini tahun 2004, berarti saya masih SD, coba tebak saya yang mana? Hehe

Mungkin saya sudah lupa tentang apa saja yang pernah terjadi di masa lalu, tapi karena ada gambar yang tersimpan dengan baik akhirnya bisa menjadi pengingat. Kadang gak percaya juga kalau pernah melakukan ini itu. Haha. 

Kalau hal buruk tentang saya diceritakan, saya gak pernah terima. Misalnya, kalau saya diajak ke pasar suka minta banyak jajan, atau bisa nangis kejer karena gak dituruti.

Katanya, generasi tahun 90an adalah generasi terakhir yang bahagia karena masa kecil dilalui dengan senang- senang main bersama teman, tanpa harus tersekat gadget, mandi di kali telanjang gak ada anak kecil yang napsu, dan pedofil gak sebanyak sekarang, dulu jarang banget tuh ada berita pemerkosaan, iya ada tapi jarang. 

Gak ada juga anak kecil pacar- pacaran, yang masih kecil sudah sayang- sayangan, baper, patah hati, dan jaim- jaiman.

Tapi, ada pertanyaan besar yang selalu dan selalu saya tanyakan kepada ibu di setiap hari lahir saya tiba. Kenapa ya bertambah usia itu harus datang ? Kan enak kalau kecil bisa main- main terus. Gak perlu mikir ini itu. 

Sekarang nyata benar rasanya jadi besar, jadi dewasa, kehilangan kebahagiaan masa kecil, masa kanak- kanak.  Kehilangan teman bermain yang satu persatu bekerja di tempat yang jauh, menikah, bahkan sudah punya anak. Padahal dewasa itu kan datangnya tidak spontan. Apalagi untuk generasi terakhir yang berbahagia seperti saya. Tapi, lagi- lagi quote life must go on selalu menang.

Jadi, selamat datang masalah, karena dewasa itu penuh dengan masalah. 

*Pasang tameng baja.

Komentar

  1. masa kecil memang begitu indah

    followback blog aku ya kak

    http://ekienglandmuse.blogspot.co.id/2015/12/review-film-single-raditya-dika.html + komentar balik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, masa kecil tak kurang bahagia :)

      Hapus
  2. Foto jaman kecilnya lucu sekali mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih :), semua anak kecil pasti lucu hehe

      Hapus
  3. hahahah... iya sil, kita gak bisa mundur. Dewasa itu bikin kita selalu kangen masa lalu, masa kecil. Tapi dewasa juga buat hidup kita lebih bermakna.. Jangan takut sama masalah. Masalah ada buat dihaadapi.. ;D

    BalasHapus
  4. Namanya juga hidup. Selalu bertambah masalahnya. :D Nati semakin tua, makin banyak juga.

    BalasHapus
  5. duh 2004 msh SD ..ak ud kuliah... tuak bgt :p

    BalasHapus
  6. oohternyata SIlvi suka tantrum di pasar ya minta mainan :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame