Sekali ke Gunung Kelud, Tiga Wisata Bisa Dikunjungi

Gambar
Gunung Kelud, masih jadi primadona wisata alam yang wajib dikunjungi kalau datang ke Kediri, Jawa Timur. Setelah sekian lama tutup karena dampak letusan tahun 2014, gunung kelud saat ini sudah bisa dikunjungi sampai kawah lagi. Yay. Buat yang belum tahu, Gunung Kelud ini merupakan gunung berapi yang masih aktif. Kelud berada di perbatasan tiga daerah, yaitu Kediri, Blitar dan Malang. Nama Kelud atau Kelut dalam bahasa jawa artinya sapu, dalam bahasa Belanda disebut Klut, Cloot, Kloet atau Kloete . Nama Gunung ini berasal dari kata 'Jarwodhosok' yaitu 'ke' (kebak) dan 'lud' (ludira) yang artinya bisa merenggut banyak korban tidak berdosa. Setelah letusan tahun 2014, gunung Kelud bisa dikunjungi namun hanya sampai di parkir terakhir saja. Setelahnya kita bisa mendaki atau naik ojek. Kabar terbaru saat ini gunung Kelud sudah bisa dikunjungi seperti sedia kala. Btw, seperti pepatah ada banyak jalan menuju Roma, begitu pula dengan rute ke Gunung Kelud. Untuk menuju

Sakit

Semalam, mungkin aku telah membuat hatinya sakit dan kecewa, aku sudah tidur dan dibangunkan, dan aku berlaku kasar tanpa sadar, padahal beliau menyuruhku makan. Beliau tau aku belum makan sedari pagi. Piring yang dibawanya ke kamar aku taruh begitu saja di meja belajar, di depan beliau. Lalu aku tidur kembali.

Entahlah, aku sadar atau tidak saat itu. Tapi yang jelas, aku masih ingat kejadiannya, hanya kurang sadar dalam melakukannya. Belum sempat aku minta maaf, karena ketika aku bangun, beliau sudah berangkat kerja.

Siang, beliau meminta ku untuk menjemput ditempat kerjanya, cuaca sungguh panas, dan memang aku sedang sangat malas, ketika handphone bergetar, sms dari beliau. "Jemput ya mbak" , tanpa ku balas, aku berangkat. Aku tak sadar, perlakuanku menyakitinya. Aku tak pernah sadar. Aku diam tanpa ekspresi dengan menyetir, tanpa kata dan aura.
Sampai di rumah, pintu terkunci dari dalam, adik yang sedang bermain komputer tidak mendengar saat dipanggil, beliau menyuruhku jalan lewat pintu depan, dan aku hanya memasang muka masam, tanpa ekspresi. Sembari berjalan ke arah depan, beliau marah sembari mengeluarkan kata- kata kekecewaan, aku dengar.

Luapan emosi keluar tanpa diminta, bersamaan pintu di buka. Segala emosi tertuang, dan aku mendengarnya dari bilik kamar. Beliau baru pulang kerja dan aku, anaknya membuat masalah dengan perasaannya. Makian makin terdengar, aku sama sekali tidak menyalahkan beliau. Aku pun sama sekali tidak membalas perkataannya, aku hanya diam, dan bergetar, mendengar luapan emosi yang tak beritme, baru kali ini aku di perlakukan seperti ini olehnya, beliau yang selama ini menjadi pangkuan hidupku, yang menyusui ku ketika aku masih bayi, yang memberi kehangatan padaku, serta membesarkan aku hingga hamper menjadi orang, dan dengan sikap bajingan siang tadi, aku telah merobek hatinya yang tulus.

Hingga saat ini aku masih diam, dan sama sekali tidak membuka pembicaraan, begitu pun beliau, entahlah, mungkin aku terlalu gengsi memulai semua ini, hanya untuk sekedar berkata "maaf, bu" aku tak mampu. Betapa kini Tuhan membenciku, sekarang ini Dia pasti sedang mengumpat sikapku yang tolol ini, mencerca ku, dan menyuruh malaikat untuk menyiksaku hidup- hidup. Ya. Aku tersiksa dengan perasaanku sendiri. Ini lebih sakit dari putus cinta.

Bu, maafkan aku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame