Kapan Kita Membutuhkan Jasa fisioterapis di Jakarta? Berikut Penjelasannya!

Gambar
[Sumber : aido.id] Banyak orang yang menganggap bahwa fisioterapi ini hanya digunakan untuk mereka yang menderita penyakit serius seperti stroke. Memang kebanyakan penderita stroke sendiri yang paling membutuhkan pelayanan kesehatan tersebut. Karena memang serangan dari penyakit ini nantinya akan mengurangi kualitas hidup dari pasien tersebut, mulai dari kemampuan dari segi fisiknya sampai dengan kemampuan untuk berkomunikasi dan lain sebagainya. Hanya saja ternyata tak sekedar stroke saja yang butuh penanganan dengan fisioterapi. Khusus untuk rumah sakit yang menawarkan jasa fisioterapis di Jakarta juga banyak sekali. Sehingga nantinya pasien sendiri yang bisa lebih bebas dalam pilah-pilih, manakah diantaranya yang memang paling bagus untuk digunakan dan juga tidak. Mengingat memang tidak semua pelayanan akan sesuai dengan kebutuhan dari pasien. Hal lainnya yang tidak kalah penting sebenarnya adalah apakah layanan tersebut bisa dipanggil di rumah ataukah tidak. Karena memang semenjak

Twitter

Di zaman modern ini sosial media sangat berpengaruh di dalam kehidupan kita, jargonnya pun udah ganti jadi "mendingan gak makan daripada gak onlen", *dikira rokok apa -_- , di sosial media kita bisa ketemu sama hal- hal yang ga ada di dunia nyata, kadang- kadang malah kita asyik sama dunia maya, dan lupa dengan dunia sebenarnya. :?


Dunia maya, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. :|. *ih takut.

Ada beberapa hal yang bikin saya tergelitik. Aku udah bikin akun di twitter sejak kelas 2 SMA, mungkin terlambat ya, dan baru aktif make waktu masuk kuliah. *berasa cupu banget! nah, temen- temen di kampus ternyata juga banyak yang baru bikin twitter. ehehe, ada temennya deh.

Temen- temenku yang baru bikin twitter sering mention minta di follback. -_- engga etis deh. hehe. peace.

Barusan blogwalking, ketemu blognya mas INI, yah bukan ketemu sih emang sengaja ke situ sebenernya, tulisannya bagus, banyak ilmu yang aku dapet dari situ, soalnya tulisannya asing buat ku, ya nambah pengetahuan intinya. cek ya
Oh ya, untuk followers udah dibahas di blognya mas Anonim, jadi aku engga bahas, aku bahas yang lain aja. :) hehe

Oke, mulai. Banyak hal yang buat aku agak gimana gitu di twitter, salah satunya adalah permintaan follback. Buat apa sih minta follback ? Ketahuan nih, pasti kalau mencintai juga minta balasan. Hati tuh ibaratnya kayak twitter, ngefollow = mencintai, kalau kamu udah mutusin buat ngefollow berarti kamu siap dengan apapun yang terjadi. *cih. Ya untung kalo di follback, kalo engga ya nasib kan. Jadi jangan minta balasan intinya. :)

Selain itu, ada juga yang udah maksa minta follback, pas udah di follback nyampah lagi. Haddeh.. Siapa yang engga eneg coba ??

Ada lagi, penggunaan RT atau ReTwitt, menurutku pemakaian RT sangat tidak bijak. Biasanya seseorang akan merencanakan kegiatan dengan berdiskusi lewat twitter, nah, hal seperti ini akan menimbulkan twitt yang bertumpuk, ada baiknya jika memang ingin meneruskan percakapan dengan replay. Selain itu hakikat RT adalah untuk meneruskan twitt yang lucu, dan menarik yang akan kita bagi kepada followers kita. 

Kan udah ada Twittetiquete atau etiket Twitter , coba deh sebelum bikin twitter googling soal dos and don'ts untuk jejaring sosial ini, biar engga nglindur pas mainan twitter. :)

Ya, bukannya mau sok pintar, tapi hanya mengingatkan. Kita pastinya kan ingin orang lain nyaman dengan kicauan kita, dan bukan malah membuat jengkel. Tujuan utama Twitter adalah pembatasan kata. Menerobos batas kata tanpa alasan dapat menjadi hal yang kurang bahkan tidak menyenangkan. Ya, intinya, bijaklah memakai sosial media apapun. Hati- hati dengan kicauan anda, lebih- lebih jagalah sikap. Karena apa yang anda lakukan akan diketahui orang di seluruh dunia dalam hitungan detik. 

*ps : @silviananoerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame