Pertimbangan untuk Melakukan Pinjaman Uang yang Bisa Dicicil Secara Online

Mengambil pinjaman merupakan salah satu cara untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan. Ada banyak sekali tempat yang menawarkan pinjaman tersebut, mulai dari di perbankan, perorangan, hingga juga pinjaman online. Anda bisa untuk memilih tempat tersebut dengan berbagai tips dan pertimbangan yang penting untuk digunakan. Sehingga tidak hanya aman tetapi juga akan mendapatkan pinjaman yang tidak memberatkan ketika membayar pinjaman. Salah satu tempat yang bisa dipilih adalah pinjaman online. Ketika Anda akan memilih tempat pinjol, ada beberapa pertimbangan yang bisa digunakan mulai dari pinjaman uang yang bisa dicicil hingga bunga yang diberikan. Adapun pertimbangan penting untuk digunakan ketika memilih pinjaman online adalah: Tips pertama yang bisa digunakan adalah dengan memperhatikan bunga yang diberikan. Hal ini sangat penting sehingga Anda tidak terjerat pinjaman online yang mudah tetapi mempunyai bunga tinggi yang masuk akal. Oleh karena itulah pastikan memilih tempat pinjol dengan

Cara Uti Mengajarkan Saya Puasa

[Dibuat dengan Canva]

Klasik gak sih kalau saya bilang puasanya cepet banget udah mau habis aja? Hehe. Kenyataannya memang seperti itu sih ya. Padahal dulu itu kalau lagi puasa rasanya waktu lama banget gak jalan- jalan.


Dulu waktu masih kecil kalau lagi weekend, saya sering banget nginap di rumah nenek. Kalau pas puasa begini, saya suka menemani uti memasak untuk buka puasa. Itupun rasanya kayak lama banget maghribnya.

Ohya, uti saya ini punya andil yang besar dalam mengajarkan puasa dan agama ke saya, selain orang tua tentunya. Sependek ingatan saya, uti tidak pernah memaksa saya untuk ikut puasa saat ramadan. Ini ceritanya juga boleh dapat dari ibu.

Karena dulu masih kecil, jadi memang belum mengerti tentang puasa. Bulan puasa ya main kayak biasanya, tapi kalau jam makan siang, uti selalu memanggil saya untuk pulang dan makan. Biasanya kan kalau lagi makan gitu suka barengan, nah ini kok uti gak makan yaa. Disitulah saya diberi pengertian soal puasa, waktu itu kayaknya masih TK A.

Esoknya uti mulai membangunkan saya sahur, kemudian dibatasi makan sampai jam 10 pagi. Selanjutnya boleh makan lalu puasa lagi sampai jam 3 sore, makan lagi lalu puasa sampai maghrib. Jadi total makan 4 kali haha. Hal semacam ini berulang sekitar beberapa hari. 

Lalu diajak naik level dengan puasa setengah hari, yaitu jam 12 ssiang baru boleh buka puasa, lanjut sampai maghrib. Rasanya saya cukup lama ada di level ini karena saat itu sekolah dan masih suka haus.

Begitu masuk SD, ternyata banyak teman- teman saya yang puasa full. Jadilah disitu sayapun mulai belajar untuk ikut puasa penuh, meski dengan syarat ada pajaknya. Saya agak lupa nominalnya, yang jelas kecil sih. Tahun berapa juga itu, mungkin sektar 1998- 1999.

Syukur Alhamdulillah, belajar puasa ternyata gak banyak dramanya. Apalagi saat sudah puasa full saya suka tidur siang dan meminimalisir nonton televise. Tahu sendiri kan di tv banyak racun yang bikin lapar mata. Hehe.

Terima kasih, uti. Semoga uti mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Insya Allah amal tidak akan terputus, selama anak- anak dan cucu- cucumu terus mengamalkan ilmu yang uti bagi.


Komentar

  1. Haha, makan 4 kali. Itu namanya puasa wak waw. Btw, keren deh storynya.
    Salam hangat :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Pengalaman Sakit Pinggang Kecetit dan Pengobatannya

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame