Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Cara Uti Mengajarkan Saya Puasa

[Dibuat dengan Canva]

Klasik gak sih kalau saya bilang puasanya cepet banget udah mau habis aja? Hehe. Kenyataannya memang seperti itu sih ya. Padahal dulu itu kalau lagi puasa rasanya waktu lama banget gak jalan- jalan.


Dulu waktu masih kecil kalau lagi weekend, saya sering banget nginap di rumah nenek. Kalau pas puasa begini, saya suka menemani uti memasak untuk buka puasa. Itupun rasanya kayak lama banget maghribnya.

Ohya, uti saya ini punya andil yang besar dalam mengajarkan puasa dan agama ke saya, selain orang tua tentunya. Sependek ingatan saya, uti tidak pernah memaksa saya untuk ikut puasa saat ramadan. Ini ceritanya juga boleh dapat dari ibu.

Karena dulu masih kecil, jadi memang belum mengerti tentang puasa. Bulan puasa ya main kayak biasanya, tapi kalau jam makan siang, uti selalu memanggil saya untuk pulang dan makan. Biasanya kan kalau lagi makan gitu suka barengan, nah ini kok uti gak makan yaa. Disitulah saya diberi pengertian soal puasa, waktu itu kayaknya masih TK A.

Esoknya uti mulai membangunkan saya sahur, kemudian dibatasi makan sampai jam 10 pagi. Selanjutnya boleh makan lalu puasa lagi sampai jam 3 sore, makan lagi lalu puasa sampai maghrib. Jadi total makan 4 kali haha. Hal semacam ini berulang sekitar beberapa hari. 

Lalu diajak naik level dengan puasa setengah hari, yaitu jam 12 ssiang baru boleh buka puasa, lanjut sampai maghrib. Rasanya saya cukup lama ada di level ini karena saat itu sekolah dan masih suka haus.

Begitu masuk SD, ternyata banyak teman- teman saya yang puasa full. Jadilah disitu sayapun mulai belajar untuk ikut puasa penuh, meski dengan syarat ada pajaknya. Saya agak lupa nominalnya, yang jelas kecil sih. Tahun berapa juga itu, mungkin sektar 1998- 1999.

Syukur Alhamdulillah, belajar puasa ternyata gak banyak dramanya. Apalagi saat sudah puasa full saya suka tidur siang dan meminimalisir nonton televise. Tahu sendiri kan di tv banyak racun yang bikin lapar mata. Hehe.

Terima kasih, uti. Semoga uti mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Insya Allah amal tidak akan terputus, selama anak- anak dan cucu- cucumu terus mengamalkan ilmu yang uti bagi.


Komentar

  1. Haha, makan 4 kali. Itu namanya puasa wak waw. Btw, keren deh storynya.
    Salam hangat :-)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame