Selasa, Mei 28, 2019

Cerita Buka Bersama Saat Ramadan

  1 comment    
categories: 
[Dibuat dengan Canva]
"yang tidak bisa kembali adalah waktu", makanya kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. 

Berulang kali saya dengar ucapan semacam itu. Tapi setelah saya renungkan, bener juga omongan tersebut. Kalau lagi bulan ramadan, rasanya seneng banget karena di sisi lain bisa silaturahmi dengan teman- teman yang sudah lama gak bersua. Teman sekolah sih utamanya.

Saya mulai mengikuti tradisi buka bersama itu, kalau gak salah setelah zaman kuliah. Soalnya kalau pas zaman sekolah kan selalu ada acara pondok ramadan dan menginap. Jadi anggapanya sudah buka bersama teman- teman sekolah.

Buka bersama teman angkatan sekolah itu rasanya senang banget, malahan jadi satu hal yang ditunggu- tunggu saat ramadan tiba. Jauh- jauh hari juga sudah ada omongan soal buka bersama, padahal bulan puasa aja belum dimulai. 

Tahun- tahun sebelumnya, saya selalu turut serta dalam acara buka bersama, baik teman SMP maupun SMA. Nah kalau teman kuliah jarang sekali bisa hadir, karena selain lokasinya ada di luar kota, saat zaman masih kuliahpun acaranya selalu diadakan dekat dengan lebaran, padahal anak rantau kan udah pulang, yak. 

Namun beberapa tahun terakhir ini, semenjak banyak teman- teman yang sudah mulai lulus dan bekerja di luar kota, otomatis memiliki kesibukan masing- masing. Komunikasi satu sama lain sudah mulai jarang terjalin.

Meskipun ada grup WhatsApp yang menyatukan kami, tapi ya jelas udah tau lah ya. Sesuatu kalau semakin lama kan bisa jadi bosan, tidak menarik, dan sejenisnya.

Dulu saya sering banget buka bersama di luar rumah, agendanya banyak aja pokoknya. Buber alumni SMP, SMA, komunitas, ekstrakulikuler, temen satu geng dan sejenisnya.

Tapi makin kesini mulai sedikit jamaahnya, jadi malas juga kalau gak ramai- ramai. Jadilah tahun ini undangan untuk buka bersama dipastikan hanya dengan teman kantor dan teman akrab saya saja. Saya yang biasanya ditanya oleh teman- teman untuk sounding soal acara buka bersama, kali ini rasanya sudah gak ada hasrat lagi untuk turut serta.

Jadi selama ini hanya buka bersama di luar sebanyak 2 kali saja dan sisanya buka bersama di rumah. Kalau teman- teman gimana?

1 komentar:

  1. Menyesal tua tiada berguna, hanya menambah luka sukma. Hiks

    BalasHapus

Keep Blogwalking!