Pengalaman Mengurus Balik Nama Kendaraan

Gambar
Halo hai.. Bagaimana kabarnya teman-teman pembaca? Semoga selalu diberi kesehatan ya untuk kita semua. Baik kesehatan fisik maupun mental, karena musim pandemi seperti sekarang rasanya banyak orang yang bersedih hati.

Ohya ini juga pengalaman pertama saya mengurus ini. Jadi sempat deg-degan juga. Takut gimana-gimana gitu. Haha.. We know yah, birokrasi. heee
Oke simak ya, semoga sedikit informasi ini dapat membantu teman-teman yang membutuhkan.
Awalnya kalian datang ke kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkatnya Samsat). Nah, baru tahu juga? haha sama! Kalau versi keminggrisnya dalah One-stop Administration Services Office.   Intinya dalam satu gedung itu ada sistem administrasi yang tujuannya untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat. Gitu.
Nah, di Samsat ini kita bisa melakukan banyak hal yang berkaitan dengan surat menyurat kendaraan. Tujuan saya kali ini adalah untuk mengurus balik nama kendaraan roda dua a k a sepeda motor Vario 125, kesayanga…

Penting Ga Penting Beli Baju Baru untuk Lebaran

[Dibuat dengan Canva]
“Baju baru Alhamdulillah, dipakai di hari raya, tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama”

Keingat sama lagu ini terus tiap mau jelang lebaran. Kayaknya dulu waktu masih kecil, beli baju buat lebaran itu semacam suatu ritual wajib dan gak boleh dilewatkan. Kalau baju udah baru, sepatu sandalnyapun juga harus baru. Karena gak lengkap kalau yang 1 baru dan yang satu enggak.

Kegiatan beli baju baru untuk lebaranpun berulang setiap tahun dan gak pernah absen. Hal ini jadi suatu kebiasaan yang bikin kami sebagai anak kecil berpikir “ini kan lebaran, jadi wajib dong punya baju dan sepatu sandal baru”.

Tapi akhirnya, pernah suatu ketika keuangan keluarga kami sedang buruk jelang lebaran karena suatu hal yang tak terduga, seingat saya waktu itu masih kelas 2 SMA. Disitu titik balik saya dan adik mulai tidak menuntut ibu untuk beli baju baru untuk lebaran.

Kami mulai maklum, bahwa baju kan bisa dibeli kapan aja, gak harus nunggu saat lebaran juga bisa. Toh juga sebelum- sebelumnya kami sering beli baju.

Syukur gak lama setelah itu, keuangan keluarga kami mulai membaik dan kembali seperti biasanya. Namun ada satu hal yang berbeda, yaitu cara berpikir saya terhadap makna lebaran.

Ternyata lebaran gak wajib kok beli baju dan sepatu sandal baru, sama kayak lagunya  Dea Ananda itu, “ tak punyapun tak apa-apa, masih ada baju yang lama”.

Jadi makin kesini saya udah mulai jarang banget beli baju waktu mau lebaran. Apalagi semenjak sudah kerja, beli baju bisa kapanpun semau saya.

Tapi meski gak lagi ikut tradisi beli baju baru untuk lebaran, saya juga rajin sih cek beberapa e-commerce ngintip baju kayak apa sih yang lagi hits di tahun 2019 untuk lebaran.

Meski ada hasrat pengen beli tapi saya urungkan niat belinya. Takut gak nyampe bajunya karena udah overload di pengiriman. Nah kalau disuruh belanja offline ke toko, apalagi kalau pas puasa itu saya malas banget. Jadi tahun ini saya gak beli baju baru. Uangnya mau ditabung aja buat jalan- jalan saat libur lebaran. Hehe.

Dulu beli baju lebaran penting banget buat saya, namun sekarang penting gak penting. Seperlunya aja. 

Komentar

  1. Bekas atau pun baru, yg terpenting adalah fungsi dab kegunaan dari baju itu. Disitu saja sih, nais :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Keep Blogwalking!

Postingan populer dari blog ini

Crayon Beserta Kekurangan dan Kelebihannya yang Perlu Diketahui

Cara Cek Usia Kartu Indosat

Review Milk & Honey Gold Nourishing Oriflame